Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini atau karib disapa LAZ bersama jajaran turun Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang beras Bulog dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang ada di wilayah Lembar, Rabu (4/2/2026). Hasil Sidak itu, stok elpiji maupun beras masih aman selama puasa hingga Idulfitri.
Meski demikian, Bupati menekankan agar perlu langkah antisipasi gejolak dampak kelangkaan Bahan Pokok (Bapok) untuk kebutuhan selama puasa ini dengan menyediakan stok cadangan atau buffer stock. Setelah dari gudang Bulog, Bupati melanjutkan sidak ke SPBE Om Agus yang berlokasi tak jauh dari gudang tersebut.
Bupati langsung mengecek proses pengisian tabung gas elpiji oleh para petugas. Para petugas tampak sibuk mengisi gas ke dalam tabung lalu dinaikkan ke kendaraan truk untuk dikirim ke pangkalan yang ada di wilayah Lombok Barat. Bupati juga melihat tangki penyimpanan Elpiji di SPBE tersebut.
Dalam diskusi dengan pengelola SPBE, Bupati menyampaikan bahwa perlu menganalisis perilaku masyarakat dalam penggunaan elpiji disaat waktu tertentu seperti bulan Ramadan.
“Untuk itu penting sebenarnya mengetahui perilaku-perilaku masyarakat ini begitu memasuki waktu 10 hari puasa. Belajar aja dari pengalaman tahun sebelumnya berapa yang dibutuhkan,” kata LAZ.
Lebih lanjut, LAZ menyampaikan, penting dianalisis berapa kebutuhan tiap tahun itu dalam periode yang sama. Sehingga bisa diantisipasi sekarang dengan menyiapkan stok sesuai kebutuhan. Untuk itu pihaknya turun memastikan dari sisi stok aman sampai menjelang lebaran.
“Kerana kita sering kelangkaan gas memicu masalah-masalah sosial, ini yang kita hindari. Alhamdulillah saya ke sini untuk memastikan itu,” tegas LAZ.
Dari laporan pihak Pertamina maupun Hiswana Migas, dari sisi stok masih aman. Bahkan dari pihak Pertamina menyiapkan stok cadangan rata-rata sama dengan Bulog. Umpama untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak, pihak terkait menyiapkan dua kali dari kebutuhan yang ada, seperti jelang Ramadan hingga Lebaran nanti. “Jadi semua sudah antisipasi, dan masih mampu disediakan,” imbuhnya.
Pihaknya akan rapat dengan camat dan OPD agar elpiji subsidi benar-benar tersalurkan ke warga yang membutuhkan. Selanjutnya camat dengan desa untuk melakukan pemantauan guna memastikan elpiji subsidi ini tepat sasaran.
Sementara itu, dari pihak SPBE I Wayan Agus Kartika mengatakan bahwa untuk stok aman. “Selalu tersedia stok, bahkan kita punya buffer stock dua kali dari stok harian. Jadi sudah mencukupi,” ujarnya.
Dalam sehari ia mendistribusikan 50 ton gas elpiji ke wilayah Lombok Barat. Menurutnya, kemungkinan ada peningkatan dari Pertamina namun biasanya bersifat fakultatif. Rata-rata penambahan 15 truk atau 26 ton. Untuk konsumsi selama puasa, menurutnya terjadi peningkatan.
Sementara itu dari pihak Pertamina, Jorgix Dwi Wantara mengatakan bahwa pihaknya melakukan antisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan sesuai dengan penekanan Bupati. Pihaknya memberikan tambahan fakultatif melalui buffer stock, dengan kisaran 50 sampai 100 persen.
Camat Lembar, Sapoan mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Bupati untuk mengawasi elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran. Pihaknya akan turun memonitor kegiatan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram kepada masyarakat. “Apalagi pak Bupati sudah meminta agar kami perlu tahu karakter masyarakat ini, jadinya ke mana sasarannya supaya tepat,” imbuhnya. (her)



