Dompu (Suara NTB) – Pembangunan area Pusat Jajanan Serba Ada (PUJA SERA) atau Food Court Kota Dompu dan Pusat Oleh – Oleh Khas Dompu tahun 2026 sebagai bentuk komitmen Bupati dan Wakil Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE – Syirajuddin, SH dalam menata kota dan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM).
Keberadaan dua bangunan ini nantinya akan menjadi pusat ekonomi baru bagi pelaku UKM dan tempat tongkrongan baru bagi anak muda. Posisinya yang berada di pusat kota, dekat dengan gedung pemerintahan serta pusat layanan publik menjadikan area food court dan pusat oleh – oleh ini cukup strategis bagi pengembangan ekonomi pelaku UKM.

Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu selaku penanggungjawab kegiatan ini menargetkan pembangunan dua bangunan ini mulai pada April – Mei 2026. Pada Februari ini, penginputan data anggaran kegiatan akan dilakukan proses tender oleh bagian ULP Pemda Dompu.
“Pembangunan PUJA SERA atau Foodcourt dan Pusat Oleh – Oleh Khas Dompu ini merupakan salah satu program prioritas Bupati – Wakil Bupati Dompu. Anggarannya sudah tersedia, perencanaannya juga sudah ada. Kita tinggal mengumput datanya untuk diproses tendernya oleh Bagian ULP Pemda,” ungkap Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Wahyono, S.Sos di ruang kerjanya, Selasa, 3 Februari 2026.
Pada area food court dianggarankan Rp2,1 miliar akan dibangun 30 kios dan lapak,sehingga pelaku UKM bisa memanfaatkan secara bertanggungjawab bagi pengembangan usahanya. Di area Pusat Oleh – Oleh Khas Dompu pada lahan 2 rumah dinas itu akan dibangun 5 gerai sebagai pusat olah – olah dengan anggaran Rp1,4 miliar.
Kedua bangunan ini direncanakan akan saling terhubung dan memudahkan pengunjung dalam memilih makanan maupun olah – oleh khas Dompu. “Sehingga akan semakin menggerakkan ekonomi masyarakat Dompu,” harap Wahyono.
Upaya Dinas Koperasi UKM dalam memberdayakan pelaku UKM selama ini, mulai dirasakan dampaknya. Berdasarkan data BPS Kabupaten Dompu tahun 2025 terdapat 4.716 pelaku UMKM se Kabupaten Dompu. Jumlah ini meningkat hingga 15.25 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 4.092 UMKM.
Peningkatan ini menunjukkan geliat ekonomi masyarakat tumbuh positif. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami terus memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UKM. Termasuk menyiapkan sarana prasarana, serta bantuan permodalan bagi pelaku UKM,” ungkap Wahyono.
Dengan keberadaan PUJA SERA dan pusat oleh – oleh khas Dompu tahun 2026, Wahyono berharap, geliat ekonomi masyarakat Dompu semakin meningkat,karena ada wadah yang disiapkan pemerintah, selain upaya pendampingan yang terus dilakukan. (ula/*)



