spot_img
Rabu, Februari 4, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATPuluhan Siswa Bolos Sekolah di Lobar Terjaring Satpol PP

Puluhan Siswa Bolos Sekolah di Lobar Terjaring Satpol PP

Giri Menang (suarantb.com) – Puluhan pelajar yang bolos sekolah di Lombok Barat (Loba) terjaring penertiban oleh Satpol PP. Mereka terjaring nongkrong di warung-warung makan, Warnet, tempat beramin PlayStation (PS), dan lokasi lainnya. Pelajar yang terjaring ini pun disanksi ringan dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk menghadirkan guru untuk memberi efek jera.

Kasatpol PP Lobar, I Ketut Rauh menegaskan langkah ini menindaklanjuti respons atas laporan masyarakat yang resah terkait pelajar yang berkeliaran (bolos) di saat jam sekolah. Langkah preventif ini diawali pihaknya dengan koordinasi lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan pada akhir 2025. Meski kondisi fisik yang terbatas pascaoperasi, ia secara langsung memberikan arahan di hadapan seluruh kepala sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA di Lobar

“Kami menjadi narasumber di hadapan seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Lombok Barat. Tujuannya adalah memberikan imbauan agar mereka selalu menjaga anak didiknya tetap berada di dalam sekolah pada saat jam sekolah,” ujar I Ketut Rauh yang dikonfirmasi media.

Menurutnya pelajar di luar sekolah hanya diperbolehkan jika terdapat agenda resmi yang didampingi oleh pihak sekolah.

Namun banyak laporan masyarakat yang merasa resah melihat pelajar berkeliaran di jam sekolah. Para pelajar itu ditemukan sedang asik nongkrong di warung, bermain PS atau lainnya. “Kita turun menertibkan pelajar yang bolos di luar sekolah saat jam sekolah. Alasan mereka bermacam-macam, ada yang main game, ada yang nongkrong di warung. Setelah kita panggil gurunya, ternyata banyak dari mereka yang telat datang lalu takut masuk kelas, atau alasannya tidak ada jam belajar,” bebernya.

Rauh juga memberikan imbauan tegas kepada pihak sekolah. Apabila memulangkan siswa lebih awal, sekolah diminta agar mengarahkan langsung anak didiknya untuk pulang ke rumah mengganti seragam sebelum melakukan aktivitas lain di luar.

Dari hasil penertiban siswa bolos yang dilakukan pihaknya, ditemukan siswa bolos hampir di semua kecamatan di Lobar. Beberapa di antaranya terkonsentrasi di Kecamatan Kuripan, Gerung, dan Gunungsari.

Satpol PP pun tidak segan memberikan edukasi kepada pemilik usaha agar tidak menerima pelanggan yang masih mengenakan seragam sekolah pada jam pelajaran. “Kita imbau pemilik tempat game atau warung untuk tidak menerima pelajar yang masih menggunakan seragam sekolah di jam sekolah,” imbaunya.

Rauh memastikan saat penertiban para pelajar yang bolos, personelnya tetap mengedepankan sisi humanis dan edukatif. Pelajar yang terjaring tidak hanya diberikan sanksi fisik ringan yang bersifat mendidik, tetapi juga dilakukan pembinaan mental. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO