Mataram (suarantb.com) – Jumlah titik parkir selama ramadan diperkirakan akan meningkat. Potensi kebocoran retribusi parkir perlu diantisipasi, sehingga pendapatan asli daerah tidak menguap.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menegaskan, penanganan parkir selama ramadan telah diskenariokan bersama Unit Pengelolaan Teknis (UPT) Perparkiran. Kendaraan akan diarahkan parkir ke lokasi atau kantong parkir yang telah disediakan.
Ia mengakui, aktivitas masyarakat mengalami peningkatan terutama menjelang berbuka puasa, sehingga pengguna jasa parkir menggunakan transaksi tunai supaya terekam potensi yang masuk. “Kita sarankan masyarakat menggunakan non tunai untuk bayar parkir,” terangnya dikonfirmasi pada, Kamis, 5 Februari 2026.
Titik parkir tidak terdaftar akan menjadi atensi guna mencegah potensi kebocoran pendapatan asli daerah. Selama ramadan kata Zulkarwin, tidak bisa disimpulkan bahwa potensi parkir mengalami peningkatan walaupun aktifitas masyarakat meningkat. Pasalnya, beberapa toko di Kota Mataram tutup dari pagi hingga siang. Artinya, terjadi penurunan pendapatan dari retribusi parkir. “Nanti kita akan turunkan korlap untuk memantau titik parkir baru atau yang tidak terdaftar,” ujarnya.
Zulkarwin menyebutkan, titik parkir baru sering muncul berada di Jalan Airlangga, Jalan Majapahit, Jalan Pemuda, Jalan Sandubaya, dan Gajahmada. Lokasi ini akan dipelototi agar tidak terjadi kebocoran dan muncul juru parkir liar. “Salah satu solusinya kita mengarahkan pengendara parkir di titik yang sudah terdaftar,” ujarnya.
Mantan Camat Selaparang menambahkan, sejumlah 23 koordinator lapangan jukir tidak saja memantau titik parkir, melainkan mengatur kendaraan yang parkir. Artinya, mereka tidak hanya mengejar pendapatan parkir saja, melainkan mengatur ketertiban kendaraan.
Ia mencontohkan, titik parkir di Jalan Panca Usaha, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, sering terjadi penumpukan kendaraan. Pengendara justru memarkir kendaraan di jalan lingkungan, sehingga mengganggu aktifitas warga setempat. “Toko di belakang mall itu sering terjadi penumpukan kendaraan. Kendaraan sampai meluber ke badan jalan. Kita tidak mau lagi seperti itu,” tegasnya.
Adapun target retribusi parkir di tahun 2026, mencapai Rp18,5 miliar. Realisasi di bulan Januari mencapai Rp1 miliar lebih. Seluruh personil akan dimaksimalkan sehingga retribusi parkir terserap maksimal. (cem)



