spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAPemkab Sumbawa Rancang Skema Penanganan Banjir

Pemkab Sumbawa Rancang Skema Penanganan Banjir

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, mengaku tengah menyiapkan skema pengalihan arus sungai dari posisi saat ini dalam upaya meminimalisir bencana banjir yang kerap terjadi di Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang.

“Jadi, posisi sungainya melewati kampung dan berkelok-kelok, sehingga kita akan coba membuat lurus agar musibah banjir yang kerap terjadi bisa diminimalisir,” kata Kepala Pelaksana BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Dr. Rusdianto kepada Suara NTB, Rabu (4/2/2026).

Ia melanjutkan, pembuatan alur baru tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air yang selama ini melewati pemukiman penduduk. Tentu terkait rencana tersebut, pihaknya tetap akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Hilir dari sungai yang akan melewati Lebangkar ada 3 sungai besar dan 7 sungai kecil dan menyatunya aliran sungai ini di desa Lebangkar sehingga kerap terjadi bencana banjir,” ucapnya.

Ia menyebutkan, untuk meluruskan aliran sungai sepanjang 113 meter tersebut ada lahan pertanian yang akan terdampak nantinya. Sehingga butuh kerelaan dari masyarakat untuk melepas tanah mereka untuk menjadikan aliran air sungai tersebut, tidak lagi melewati kampung.

“Kita tetap akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat, apalagi masyarakat setuju maka pihaknya akan langsung melakukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meninggikan beronjong yang sudah terpasang saat ini. Hal itu perlu dilakukan agar debit air yang tinggi tidak langsung menghantam pemukiman masyarakat terutama yang berada di pinggir sungai.

“Bronjong yang terpasang saat ini kita juga tinggikan, supaya air tidak masuk lagi ke pemukiman termasuk juga air sungai akan kita alihkan ke lokasi baru,” tambahnya.

Sebelumnya, bencana banjir yang terjadi Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, Kamis (29/1/2026) merendam rumah warga juga mengakibatkan 4 unit kendaraan roda empat, 2 unit sepeda motor rusak termasuk jaringan air bersih.

“Kita sudah laporkan secara resmi ke pemerintah daerah terkait kerusakan akibat banjir tersebut dengan harapan bisa segera ditangani,” katanya.

Ia melanjutkan, khusus untuk jaringan air bersih yang rusak berat, diharapkan bisa segera dilakukan penanganan. Hal itu dianggap mendesak oleh masyarakat, karena ketersediaan air bersih sangat penting di tengah kondisi bencana yang melanda wilayah mereka.

“Jaringan air bersih ini kami anggap sangat penting karena masyarakat kami sangat kesulitan jika tidak ada air bersih. Kami juga berharap 6 hektare lahan pertanian yang terancam gagal panen juga jadi atensi,” ujarnya.

Berdasarkan data di lapangan lanjut Ungang, jumlah korban terdampak mencapai 240 jiwa atau 80 kepala keluarga (KK). Adapun lokasi yang terdampak bencana cukup parah yakni Dusun Lebangkar C yang mencapai 40 KK atau 120 jiwa.

“Hasil hitungan kami kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp500 juta terutama alat elektronik dan kendaraan yang rusak termasuk jaringan air bersih,” ucapnya. (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO