Taliwang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersiap menambah jumlah penyertaan modal ke Bank NTB Syariah. Berdasarkan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang akan diusulkan tercatat anggaran Rp400 miliar sebagai penyertaan modal.
Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, Hairul membenarkan mengenai jumlah tambahan penyertaan modal yang akan disiapkan Pemkab KSB ke Bank NTB Syariah tersebut. “Benar nilainya Rp400 miliar,” saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2206).
Menurut dia, dana Rp400 miliar itu sebelumnya sudah melalui proses kajian investasi yang disesuaikan dengan potensi fiskal daerah. “Jadi tidak ujug-ujug kita munculkan Rp400 miliar itu,” sebutnya.
Sekda mengklarifikasi bahwa dalam draf Raperda yang sedang dibahas oleh DPRD, anggaran penyertaan modal senilai Rp400 miliar itu, tidak akan dipenuhi dalam satu tahun anggaran. Pemkab KSB merancang penambahan penyertaan modal akan dipenuhi dalam beberapan tahun anggaran ke depan. “Misalnya nanti diputuskan 5 tahun, maka itu target waktu kita menenuhi yang Rp400 miliar itu. Bukan satu tahun anggaran,” paparnya.
Sekda memastikan penambahan modal di bank plat merah itu, tidak akan mengganggu keuangan daerah. Pembiayaan setiap tahunnya tetap akan melalui kajian ketat dengan melihat kemampuan keuangan daerah. “Bisa saja misalnya tahun ini kita siapkan anggaran Rp10 miliar atau bahkan Rp1 miliar, kalau segitu saja kemampuan keuangan kita. Dan itu tidak apa-apa,” katanya.
Sekda mencontohkan terhadap target penyertaan modal ke Bank NTB Syariah periode sebelumnya. Dalam Perda-nya Pemkab KSB menargetkan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar dalam 5 tahun. Akan tetapi hingga tahun 2023 – batas waktu Perda, Pemda KSB tidak dapat memenuhinya karena kondisi fiskal daerah saat itu. “Kita baru bisa memenuhi Rp100 miliar itu tahun lalu. Ya tidak apa-apa, karena di Perda sebelumnya ada klausul jika melewati batas waktu bisa digenapkan pada tahun berikutnya,” katanya.
Sekda kembali menegaskan, penyertaan modal ke Bank NTB Syariah sebagai langkah Pemkab KSB dalam menjaga stabilitas fiskal daerah. Ia menilai investasi dipandang menjadi stategi jangka panjang yang harus ditempuh daerah. “Ini bagian dari hajat daerah dalam rangka membangun stabilitas keuangan jangka panjang,” sebutnya.
Sebagai informasi, jika penambahan penyertaan modal ini disetujui DPRD KSB, Pemkab KSB berpotensi menjadi daerah yang paling besar menanamkan modalnya di Bank NTB Syariah. Nilai anggarannya mencapai Rp500 miliar. (bug)


