Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan proyek pengerjaan Jalan Batudulan- Tepak melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) terus memiliki progres positif. Meskipun capaiannya baru di angka 1,2 persen dari total panjang ruas jalan 8,1 kilometer.
“Memang progres pengerjaan saat ini masih cukup kecil khususnya di segmen Batudulang- Punik karena masih dalam tahap pematokan dan pengeprasan tebing,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kartawijaya, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia meyakinkan, pengerasan tebing dilakukan karena memang kondisi jalan rawan longsor sehingga perlu dilakukan penguatan. Kondisi di lapangan saat ini juga masih hujan, sehingga pelaksana proyek pembangunan jalan harus memantau kondisi sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kita lakukan pengerasan karena memang lokasinya rawan terjadi longsor sehingga hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir dan keamanan pengerjaan bisa aman,” ucapnya.
Selain itu, jalan tersebut juga akan diperlebar dari posisi saat ini di kisaran 3 meter menjadi 4,5 meter. Penanganan terhadap ruas jalan ini juga baru bersifat minor karena baru dimulai.
“Sekarang masih pada tahap pemetaan lokasi dulu mumpung hujan sehingga kita bisa tahu lokasi buangan airnya kemana termasuk lokasi yang kita pasang gorong-gorong dan deker,” ujarnya.
Penanganan ruas Batudulang–Tepal merupakan bagian penting dari prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Dari total panjang ruas sekitar 27 kilometer yang sudah ditangani baru 14,2 kilometer dan penanganan tahun ini sepanjang 8,1 kilometer.
“Jadi, secara total ruas jalan yang sudah ditangani dan akan sekitar 22,3 kilometer. Sisanya ada sekitar 5 kilometer masih dalam kondisi bagus aspalnya mulai dari Punik sampai akse Brang Petang yang dilaksanakan pada tahun 2023 lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan penanganan ruas jalan ini menjadi bagian dari sistem konektivitas wilayah selatan dengan total bentangan mencapai sekitar 93 kilometer. Jalan ini juga dirancang tembus dari Batudulang- Lenangguar, Lenangguar–Teladan, Teladan–Orong Telu, hingga Baturotok di Kecamatan Batulanteh, dalam skema pembangunan multiyears.
Ia menyebutkan total anggaran nasional untuk IJD ini mencapai Rp2,8 triliun. Sumbawa menjadi satu-satunya daerah di Provinsi NTB yang memperoleh program ini dengan nilai kontrak yang telah ditandatangani pada 22 Desember 2025 mencapai Rp91,7 miliar di tahap awal.
“Anggaran itu terdiri dari Rp88 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan Rp2,9 miliar untuk konsultan dengan masa kontrak hingga 16 November 2026. Secara keseluruhan, total anggaran multiyears untuk ruas jalan wilayah selatan mencapai Rp385 miliar,” tukasnya. (ils)


