Mataram (suarantb.com) – Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB menargetkan penyaluran TPG-THR dan gaji ke-13 guru dicairkan sebelum bulan ramadan. Dana transfer dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia sedang diproses.
Demikian disampaikan, Staf Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dikpora, Zainal Arifin, kepada Suara NTB, Rabu (4/2/2026). “Target kita sebelum puasa ini mudah-mudahan sudah tersalurkan,” ujarnya.
Saat ini, anggaran dari pusat untuk pemenuhan hak guru itu masih dalam upaya proses pergeseran untuk dimasukkan ke dalam penjabaran APBD. Jumlah anggaran yang telah dikucurkan pusat melalui Kemenkeu untuk THR-TPG 100 persen ini berjumlah Rp75,3 miliar. Sementara, anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi hak guru di NTB itu sekitar Rp76,8 miliar. Dengan demikian, Pemda diminta menutupi kekurangan anggaran tersebut.
“Jadi ada selisih sekitar Rp1,4 miliar. Nah ini yang sedang digeser,” tuturnya.
Proses pergeseran anggaran ini membutuhkan waktu lama. Pasalnya, tidak hanya menggeser anggaran melainkan perlu kajian untuk memastikan anggaran yang dibutuhkan.
“Itu yang memakan waktu untuk pergeseran anggaran. Sehingga setelah final semuanya, maka TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) akan rapat. Nanti akan ada dikeluarkan produk hukum entah itu Perda atau Pergub sebagai dasar penyaluran,” tuturnya.
Sementara itu, Dikpora NTB juga masih melakukan verifikasi dan validasi terhadap data sejumlah guru, terutama menyangkut rekening guru. “Karena ini akan menyusahkan nantinya,” tegas Zainal.
Sebagai informasi, guru di NTB di bawah Kemendikdasmen yang akan mendapat tunjangan THR-TPG 100 persen dan gaji ke-13 sebanyak 8.848 orang. Sementara itu, guru yang bernaung di bawah Kemenag bervariasi. Mereka yang THR-TPG belum terbayar pada tahun 2023 dan 2024, rencananya akan disalurkan bersamaan. Berdasarkan data tahun 2023 terdapat 321 guru rincian 248 orang (ASN) dan 73 orang (PPPK). Pada 2024, ada 419 guru dengan rincian 251 (PNS) dan 168 (PPPK). Sedangkan 2025, ada 426 guru, rinciannya 251 (PNS) dan 175 (PPPK).
“Dia (TPG) akan dirapel kalau untuk teman-teman guru agama,” jelas Zainal.
Zainal menegaskan, pemerintah terus berkomitmen untuk memastikan pemenuhan gaji guru tetap terealisasi. Oleh karena itu, guru diminta bersabar, karena pemerintah akan terus berupaya sebaik mungkin untuk memastikan penyaluran berjalan lancar.
“Jangan sampai kita hanya mengejar cepat, namun menyisakan banyak masalah,” tandasnya. (sib)


