spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaBIMABanjir di Lambu Bima, Seorang Anak Terbawa Arus Ditemukan Meninggal

Banjir di Lambu Bima, Seorang Anak Terbawa Arus Ditemukan Meninggal

Bima (suarantb.com) – Banjir melanda wilayah Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Kamis (5/2/2026) petang. Seorang anak berusia 12 tahun dilaporkan terbawa arus dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bima, Nurul Huda mengatakan banjir dipicu hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang pada, Kamis (5/2/2026). Kondisi ini mengakibatkan debit air sungai meningkat signifikan. Banjir di Desa Lambu terjadi sekitar pukul 18.10 Wita. Air kiriman dari wilayah pegunungan menyebabkan sungai meluap dengan ketinggian air diperkirakan antara 2-5 meter. “Kondisi arus sangat deras dan membahayakan warga di sekitar aliran sungai,” katanya.

Nasib naas menimpa Baja bin Mahmud, pelajar kelas VI SD Inpres Kale’o. Korban berasal dari Dusun Panggu, Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu. Saat kejadian, korban bersama dua temannya melintas di jembatan kayu sepulang mencari rumput untuk ternak. “Korban terpeleset di jembatan kayu dan langsung terbawa arus banjir,” kata Nurul Huda.

Warga setempat segera melakukan upaya pencarian dan dibantu aparat desa. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.20 Wita, berjarak kurang lebih 700 meter dari lokasi awal kejadian. “Korban ditemukan dan langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Monta Baru,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Bima mencatat dalam kejadian ini terdapat satu korban jiwa. Huda mengatakan, tidak ada laporan kerusakan rumah warga maupun kebutuhan mendesak lainnya. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kabupaten Bima.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah desa setempat. Langkah yang dilakukan meliputi pengamatan lapangan, pendataan, dan kaji cepat dampak bencana. “Kami juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait sesuai kewenangan masing-masing,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami lagi-lagi mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras dan segera melapor ke BPBD, camat, atau aparat desa jika terjadi kondisi darurat,” tandasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO