Giri menang (suarantb.com) – Warga Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menuntut pengangkutan sampah dilaksanakan pada malam hari atau dini hari. Hal ini sesuai dengan kesepakatan awal, di mana pengangkutan sampah dari Kota Mataram ke TPA Kebon Kongok Lobar dilakukan pukul 00.00 Wita ke atas.
Pasalnya, lalu lalang kendaraan sampah saat ini yang diangkut pada pagi dan siang hari menganggu kenyamanan warga serta wisatawan yang berkunjung di desa wisata tersebut. Burhanudin, salah seorang warga setempat mengatakan daerah wisata tidak boleh dilalui sampah, terlebih pada waktu pengujung berkunjung.
Ia mengambil contoh di Bali, tidak ada pengangkutan sampah pada siang hari. Sehingga dulu warga pernah aksi protes akibat pengangkutan dilaksanakan pada waktu tidak menentu.
“Sampah boleh lewat, tapi kami sarankan dulu tidak boleh siang, dia harus mengangkut malam. Kita kasih dari jam 12 malam sampai pukul 03.00 dini hari,” tegasnya, Jumat (6/2/2026).
Jadwal pengangkutan ini dulu disepakati bersama dalam rapat antara OPD dan desa serta warga di Kantor Desa Sukamakmur. Pihaknya pun menuntut jadwal ini dilaksanakan. “Karena sekarang ini kapan dia mau (angkut), ada anak sekolah yang lewat kan bahaya,”imbuhnya.
Jika tetap saja pola pengangkutan sampah ini tidak teratur, maka warga akan mengambil langkah melakukan aksi penutupan jalur ke TPA. Terlebih dengan rencana perluasan TPA hingga masa operasi tahun 2027, tentu akan merugikan warga setempat dari sisi keamanan dan keselamatan. Pihaknya juga mendesak agar wacana Pemprov NTB sejak dulu terkait jalur pengangkutan sampah melalui jalan bantaran sepanjang sungai yang sudah ada segera direalisasikan.
Jika kendaraan sampah melalui jalur sungai itu, tentu tidak mengganggu warga dan pengunjung yang berkunjung ke desa itu. Selain itu pihaknya menuntut pemerintah untuk menangani abrasi parah di sepanjang sungai wilayah serempat. Bahkan dampak banjir beberapa waktu lalu, beronjong sungai yang dibangun pihak BBWS ambruk diterjang air bah. Talud dan beronjong sungai harusnya dibangun dari jembatan Rumak hingga desa itu bahkan bila perlu muara sungai.
Banyak dampak positif jika jalur sampah dan sungai itu dibangunkan beronjong. Selain tidak dikeluhkan warga, sungai itu juga bisa menjadi wahana bermain sampan atau perahu. Sehingga bisa menjadi atraksi bagi pengunjung yang berwisata ke desa setempat. Terlebih melihat dampak yang ditimbulkan bagi warga perumahan kerap dilanda banjir akibat kiriman dari sungai tersebut.
Sementara itu Kepala Desa Banyumulek H. Jamiludin mengatakan pihaknya mendukung pengangkutan sampah ini diatur pada malam hari. Pihaknya akan menyampaikan hal ini ke pemkab dalam hal ini OPD terkait.
Pihak desa sendiri sudah bersuara soal pengangkutan sampah saat ini yang dikeluhkan warga maupun pengunjung. Sehingga pengangkutan pun perlu dialihkan ke jalur sepanjang sungai yang sudah ada, tinggal dibangun permanen. (her)



