Mataram (suarantb.com) – Pengguna kendaraan mesti menghindari sejumlah ruas jalan di Mataram selama bulan ramadhan. Pasalnya, kawasan itu rawan terjadi kemacetan akibat munculnya penjual takjil dadakan.
Ruas jalan yang macet tersebut di antaranya, Jalan Airlangga, Jalan Majapahit, Pasar ACC hingga Simpang Lima Ampenan, Jalan Dr. Wahidin, Jalan Dakota, Pertigaan Pasar Kebon Roek, Bundaran Mataram Metro, Jalan Sandubaya dan Jalan Pejanggik Cakranegara.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin dikonfirmasi pekan kemarin menerangkan, langkah antisipasi potensi kemacetan selama bulan ramadan telah dibahas bersama Bidang Pengendalian dan Operasional. Tindaklanjut secara teknis akan dibahas bersama Polresta Mataram, Sat. Pol PP dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Pasalnya, aktifitas masyarakat mengalami lonjakan. “Nanti akan kita bahas bersama instansi terkait mengantisipasi lonjakan aktifitas masyarakat,” terang Zulkarwin.
Lonjakan aktifitas masyarakat terjadi di Jalan Airlangga, Cakranegara, Majapahit, Dr. Soetomo, Jalan Jenderal Sudirman dan lain sebagainya.
Sejumlah skenario telah dipersiapkan untuk meminimalisir kemacetan. Salah satunya kata Zulkarwin, menempatkan personil di titik rawan macet tersebut. “Kita maksimalkan anggota untuk turun mengawasi terutama saat menjelang berbuka puasa,” pungkasnya.
Pola lainnya adalah petugas akan mobiling memantau titik kemacetan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan yang cukup lama. Mantan Camat Selaparang mengharapkan, partisipasi pengendara dan penjual takjil. Artinya, mereka dipersilahkan menjalankan aktifitas ekonomi asalkan tidak menggunakan trotoar dan bahu jalan.”Pengendara juga kita minta kalau belanja jangan persis di depan orang jualan di parkir kendaraannya. Kadang itu yang bikin macet,” katanya.
Selain itu, ia meminta peran serta juru parkir mengarahkan pengendara memakirkan kendaraan mereka di titik parkir, sehingga terlibat tertib dan tidak mengganggu pengendara lainnya. (cem)


