spot_img
Senin, Februari 9, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATBupati Bersyukur Hadirnya Program Kartu KSB Maju Pendidikan

Bupati Bersyukur Hadirnya Program Kartu KSB Maju Pendidikan

Taliwang (suarantb.com) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah menyatakan turut prihatin terhadap peristiwa tragis seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena.

“Kita tentunya turut prihatin dengan kejadian saudara kita di NTT. Ada seorang anak yang kabarnya karena tidak bisa beli buku dan polpen lantas mengakhiri hidupnya,” kata Bupati.

Menurut Bupati, insiden memilukan itu tentu tidak ada yang menginginkan khususnya pemerintah. Pemerintah telah berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Namun, kondisi berbagai daerah tetap berbeda, sehingga pola penanganannya pun perlu disesuaikan.

Berbicara mengenai pendidikan sebagai salah satu layanan dasar, Bupati Amar pun merasa bersyukur di KSB ada Program Kartu KSB Maju layanan pendidikan. Secara sederhana pemberian uang pangkal bagi siswa baru lewat program tersebut, untuk meringankan beban biaya orang tua saat menyiapkan anaknya masuk sekolah. “Dana itu sengaja kita berikan agar orang tua bisa membelikan peralatan sekolah seperti sepatu, tas, buku sampai polpen,” bebernya.

Program KSB Maju layanan pendidikan kata Bupati, turut diintegrasikan dengan program baju seragam gratis. Program yang sudah lebih dulu berjalan itu, semakin meringankan beban orang tua karena tak perlu lagi memikirkan biayanya saat anaknya masuk sekolah.

Ditegaskan Bupati Amar, seluruh bentuk aksi dari Program Kartu KSB Maju layanan pendidikan, dihajatkan pemerintah tidak sekedar meringankan beban para orang tua siswa. Lebih dari itu tujuan dari sisi pemerintah adalah memberikan akses setara bagi seluruh masyarakat terhadap pendidikan. “Pendidikan itu layanan dasar, sehingga kalau semua masyarakat tidak dapat memaksesnya itu artinya kita (pemerintah) gagal,” tandasnya.

Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kepekaan sosialnya. Sensitivitas masyarakat dalam mematau kondisi warga lainnya menjadi cara paling efektif untuk menghindari terjadi insiden-insiden sosial seperti yang terjadi di NTT. “Mari kita saling menjaga. Komunitas masyarakat itu harus didesain seperti sebuah tubuh. Kakinya sakit, semua bagian lainnya merasakan pula,” imbuhnya.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO