spot_img
Senin, Februari 9, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMJangan Cederai Bulan Ramadan dengan Kegiatan Negatif

Jangan Cederai Bulan Ramadan dengan Kegiatan Negatif

Mataram (suarantb.com) – Perayaan bulan ramadan tinggal menghitung hari. Masyarakat terutama para pemuda diminta menjaga keamanan dan kondusifitas. Jangan sampai melakukan kegiatan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah umat muslim, sehingga dapat mencinderai bulan ramadan.

Asisten Tata Praja dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang ditemui di ruang kerjanya pada, Senin (9/2/2026) menjelaskan, beberapa agenda penting akan berlangsung pada bulan Februari dan Maret tahun 2026. Momen penting ini, akan menjadi perhatian serius dari forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Mataram. Diantaranya, perayaan Hari Raya Imlek, bulan ramadan, Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.

Agenda ini harus diatur sedemikian rupa, agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar dan penuh khidmat. “Momen ini akan menjadi perhatian serius dari Pak Wali, agar pelaksanaan ibadah berjalan khusyuk dan khidmat,” ujarnya.

Khusus bulan ramadan kata dia, perlu mendapatkan atensi lebih khusus supaya umat muslim menjalani ritual ibadah tidak terganggu atau terhalang oleh kondisi yang tidak diinginkan. Contohnya, anak-anak sering memanfaatkan untuk balap lari, perang sarung, perang petasan, dan lain sebagainya.

Aktivitas yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah akan diantisipasi oleh tim dari Pemkot Mataram maupun TNI-Polri. “Jangan sampai ibadah bulan ramadan dicederai dengan kegiatan tidak bermanfaat,” pesannya.

Selain itu, jam operasional rumah makan juga akan diatur. Artinya, pemerintah tidak melarang pengusaha beraktifitas ekonomi, tetapi harus menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Jadi yang berpuasa menahan diri. Sedangkan, yang tidak berpuasa bertoleransi,” katanya mengingatkan.

Mantan Kepala Bappeda Kota Mataram menegaskan, dua momen perayaan agama yang berpotensi beririsan waktunya atan berdekatan penyelenggaraan ibadahnya di bulan ramadan. Yakni, pawai ogoh-ogoh dan tapa brata penyepian umat Hindu. Di satu sisi, umat muslim juga akan melaksanakan pawai takbiran. Meskipun jadwalnya belum ditetapkan, tetapi akan menjadi atensi pemerintah maupun TNI-Polri. “Nanti setelah idulfitri juga ada lebaran topat. Beberapa momentum ini juga menjadi atensi,” ujarnya.

Oleh karena itu kata Martawang, kelurahan dan kecamatan diharapkan membuatkan agenda yang mengarahkan pada kegiatan positif bagi pemuda di masing-masing lingkungan, sehingga mereka fokus mengikuti kegiatan.

Di satu sisi, aparat kepolisian, Sat. Pol PP dan kelurahan serta kecamatan diminta mengintensifkan patroli di sejumlah kawasan rawan dijadikan lokasi balap liar maupun perang petasan. “Besok (hari ini,red) akan kita rapatkan dengan pihak terkait,” demikian kata dia. (cem)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO