spot_img
Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIProteksi Petani NTB, Perum Bulog Sosialisasi Asuransi Parametrik di Lombok Timur

Proteksi Petani NTB, Perum Bulog Sosialisasi Asuransi Parametrik di Lombok Timur

Selong (suarantb.com) – Perum Bulog resmi memperkenalkan skema asuransi pertanian melalui program “Bulog Peduli Petani” di Selong, Kabupaten Lombok Timur, Senin, 9 Februari 2026.

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat perubahan iklim yang ekstrem, serangan hama, hingga bencana alam.

Lombok Timur terpilih sebagai salah satu lokasi uji coba nasional bersama empat daerah lainnya, yakni Jambi, Jawa Barat, dan Bali. Pemilihan ini didasari atas posisi strategis Lombok Timur sebagai sentra produksi padi sekaligus mitra penting bagi BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga.

Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoerkarto, menjelaskan bahwa asuransi yang diperkenalkan kali ini bersifat parametrik. Berbeda dengan asuransi konvensional, keunggulan asuransi parametrik terletak pada kemudahan klaimnya.

“Klaim asuransi parametrik ini sangat mudah dan sederhana karena jika parameter tertentu tidak tercapai, petani sudah bisa mendapatkan penggantian tanpa harus menunggu gagal panen total,” ujar Sudarsono.

Untuk perlindungan maksimal, Bulog berencana mengombinasikan asuransi ini dengan asuransi konvensional dalam skema hybrid. Pada tahap awal, Bulog memberikan bantuan premi asuransi untuk lahan seluas 125 hektare yang digarap oleh kelompok tani mitra binaan Dinas Pertanian Lombok Timur.

Asisten II Setda Lombok Timur, M. Khairi, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya mitigasi risiko bagi masyarakat Lombok Timur yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

“Kita ingin petani kita berdaya. Jangan sampai karena perubahan cuaca sedikit saja mereka langsung kolaps. Program ini sejalan dengan kebijakan SMART pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh,” tutur Khairi.

Ia juga menambahkan bahwa ketahanan ekonomi petani sangat krusial, terutama di tengah tantangan inflasi komoditas seperti bawang merah dan cabai menjelang Ramadan.

Kamarudin, salah satu perwakilan petani, mengakui bahwa tantangan cuaca saat ini membuat pertumbuhan tanaman tidak optimal atau kerdil. Ia berharap program asuransi ini tidak hanya berhenti di komoditas padi, tetapi juga bisa diperluas ke tanaman hortikultura seperti cabai yang rentan terhadap penyakit antraknos (patek) saat musim hujan.

“Kami menerima baik bantuan asuransi ini. Sekarang kami sudah mulai diminta mengumpulkan KTP untuk pendaftaran. Harapannya, kalau ada gagal panen karena iklim, bisa diklaim untuk menutupi kerugian,” ungkap Kamarudin.

Dengan adanya program ini, Bulog berharap petani dapat menjalankan produksi secara berkelanjutan guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan nasional tetap terjaga. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO