spot_img
Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMSiapkan Skema Kamtibmas

Siapkan Skema Kamtibmas

 

PEMERINTAH Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, mulai mematangkan sejumlah skema pengamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, tertib, dan nyaman.

Upaya pengamanan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Kepolisian, TNI, hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda. Kolaborasi ini dinilai penting mengingat potensi peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan, khususnya pada malam hari.

Lurah Punia, Lalu Suyudiningrat Atmanegara, mengatakan bahwa pengawasan terhadap ketertiban umum akan ditingkatkan selama Ramadan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondusivitas lingkungan sekaligus mencegah munculnya gangguan keamanan.

“Kami bersama pihak keamanan, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta seluruh jajaran kelurahan akan terus menjaga kondusivitas wilayah seperti biasa,” ujarnya, Selasa (10/2).

Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga kamtibmas tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga sangat penting agar suasana Ramadan tetap aman dan penuh kekhusyukan.

Tahun ini, lanjut Atmanegara, bulan Ramadan berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu serta Idulfitri. Kondisi tersebut menuntut perhatian ekstra dari pemerintah kelurahan untuk menjaga keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di wilayah Punia.

“Memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan keagamaan dapat berjalan dengan baik, tanpa saling mengganggu, serta tetap menjunjung tinggi nilai toleransi,” katanya.

Selain fokus pada pengamanan ibadah, Kelurahan Punia juga mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul selama Ramadan. Beberapa di antaranya adalah balap lari di jalan raya yang berpotensi menimbulkan kemacetan, perang sarung, balap liar, serta aktivitas lain yang biasanya terjadi pada malam hingga dini hari.

Untuk meminimalisasi hal tersebut, pihak kelurahan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat agar berperan aktif dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Remaja diharapkan dapat diarahkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan positif selama bulan Ramadan, terutama di luar jam sekolah.

“Kami berharap para tokoh agama bisa membantu mengarahkan anak-anak muda agar mengisi Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Terkait teknis pelaksanaan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, khususnya mengenai pawai takbiran dan ogoh-ogoh, Atmanegara menyebutkan bahwa pengaturannya akan dituangkan dalam bentuk surat edaran Wali Kota Mataram.

“Kami sudah menggelar rapat untuk membahas hal ini dan saat ini sedang dalam proses penyusunan surat edaran tersebut sebagai pedoman bersama,” pungkasnya. (pan)

 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO