Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Perdagangan menggelar operasi pasar murah di enam titik yang tersebar di enam kecamatan. Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan harga bahan pokok (bapok) menjelang bulan suci Ramadan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga paling signifikan adalah cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat, terutama saat sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
“Pasar rakyat ini kami gelar selama enam hari, yakni tiga hari sebelum Ramadan dan tiga hari setelah Ramadan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, enam lokasi pasar rakyat tersebut meliputi:
11 Februari 2026 di halaman Kantor Lurah Pejeruk, Ampenan;
12 Februari 2026 di Jalan Candi Pawon, Getap Barat, Cakranegara Selatan;
13 Februari 2026 di Jalan Gotong Royong, Gang Permana, Lingkungan Tempit, Ampenan;
24 Februari 2026 di halaman Kantor Lurah Kekalik Jaya, Sekarbela;
25 Februari 2026 di Jalan Gegutu Timur, Rembiga, Selaparang; dan
26 Februari 2026 di halaman SDN 43 Ampenan, Jalan Geguntur Raya, Jempong Baru.
Adapun kebutuhan pokok yang dijual antara lain beras, telur ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, tomat, bawang merah, dan bawang putih.
Sebanyak 30–35 distributor terlibat dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total peserta diperkirakan mencapai 40–45 pihak. Perum Bulog juga turut berpartisipasi dengan menyediakan MinyaKita, beras SPHP, dan beras premium.
“Nanti Bulog akan menyiapkan MinyaKita serta beras SPHP maupun beras premium di pasar rakyat,” terangnya.
Sri Wahyunida yang akrab disapa Nida merinci, harga cabai rawit dipastikan lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp95 ribu-Rp100 ribu per kilogram.
Kerena itu, Dinas Perdagangan telah berkoordinasi dengan mitra Bank Indonesia (BI) agar cabai rawit dapat dijual sekitar Rp80 ribu per kilogram, atau lebih murah Rp10 ribu hingga Rp15 ribu dibandingkan harga pasaran saat ini.
“Untuk cabai rawit, kami sudah bersurat kepada mitra Bank Indonesia. Cabainya diupayakan bisa dijual di harga sekitar Rp80 ribu per kilogram, lebih murah Rp10 ribu sampai Rp15 ribu dari harga saat ini,” sebutnya.
Selain itu, telur ayam ras ukuran besar di pasar rakyat dijual dengan harga Rp54 ribu per tray, lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai sekitar Rp60 ribu per tray. (pan)



