spot_img
Rabu, Februari 11, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAPenanganan Ruas Jalan Batu Dulang-Tepal Masuki Tahap Preservasi

Penanganan Ruas Jalan Batu Dulang-Tepal Masuki Tahap Preservasi

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa, meyakinkan penanganan ruas jalan Batu Dulang- Tepal terus berproses setelah sebelumnya dilakukan pengepresan di sejumlah titik. Progres saat ini mulai memasuki fase preservasi.

“Fase preservasi merupakan awal dari penanganan ruas jalan tersebut dan kami berharap masyarakat bisa mendukung, agar proyek jalan ini ini bisa tuntas tepat waktu,” kata Bupati Sumbawa, Ir.H.Syarafuddin Jarot, saat launching pelaksanaan preservasi, Selasa (10/2/2026).

Jarot melanjutkan, selain ruas jalan tersebut pemerintah juga akan terus berupaya agar dua ruas strategis lainnya, yakni Tepal-Batu Rotok dan Lenangguar-Teladan bisa ditangani. Total anggaran penanganan tiga ruas jalan wilayah selatan ini mencapai Rp385 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema multi years contract atau anggaran tahun jamaq.

“Skema ini (tahun jamak,red) dipilih agar pembangunan dilakukan secara menyeluruh, berkualitas, dan berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan sementara,” ujarnya.

Ruas jalan Batu Dulang-Tepal merupakan bagian strategis dari sistem konektivitas wilayah Selatan Sumbawa. Panjang ruas jalan tersebut mencapai 27 kilometer, sementara yang sudah ditangani baru di angka 20,5 kilometer.

“Pada tahap ini akan dilanjutkan pembangunan sepanjang 8,1 kilometer, termasuk alih trase Brang Tereng sepanjang kurang lebih 700 meter,” ucapnya.

Bupati mengungkapkan, proyek tiga ruas jalan ini sempat beberapa kali hilang dari daftar prioritas pemerintah pusat. Namun, berkat upaya intensif di tingkat pusat serta dukungan masyarakat, program ini akhirnya berhasil diamankan.

“Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB yang memperoleh program Inpres Jalan Daerah (IJD). Jalan ini juga nantinya akan terhubung ke daerah lainnya di wilayah selatan,” jelasnya.

Akes jalan yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar arus logistik dari Tepal dan Batu Rotok menuju Kota Sumbawa. Selain itu,bisa menurunkan biaya transportasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kawasan Batulanteh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah NTB, Rikson, berharap dukungan seluruh pihak demi kelancaran pembangunan ini. Ia menegaskan bahwa ruas jalan ini merupakan penunjang utama perekonomian masyarakat, khususnya di Kecamatan Batulanteh yang dikenal sebagai sentra kopi di Sumbawa.

“Kami berharap agar Pemerintah Daerah bisa fokus menuntaskan persoalan lahan guna mempercepat proses penanganan terhadap tiga ruas jalan lainnya,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO