PEMERINTAH Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya, memperketat pengawasan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan, terutama aktivitas balap motor liar dan balap lari yang kerap dilakukan remaja di sejumlah titik jalan raya maupun lingkungan permukiman.
Lurah Abian Tubuh Baru, Adi Indra Pratama, mengatakan pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan aktivitas remaja pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa maupun selepas sahur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami memprediksi aktivitas masyarakat, khususnya kalangan remaja, akan meningkat selama Ramadan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026). Karena itu, lanjutnya, ia sudah berkoordinasi dengan kepala lingkungan untuk mengawasi dan mengontrol wilayahnya masing-masing agar tetap aman dan kondusif.
Menurut Adi, sejumlah ruas jalan yang minim penerangan dan relatif sepi sering dijadikan lokasi balap liar. Selain membahayakan pelaku, aktivitas tersebut juga mengganggu kenyamanan warga sekitar. Oleh sebab itu, pengawasan akan difokuskan pada titik-titik yang dinilai rawan.
Selain mengantisipasi balap liar, pihak kelurahan juga memperketat pengawasan terhadap rumah kos dan pondokan. Adi menilai, pengawasan dari pemilik atau penanggung jawab kos di beberapa lokasi masih kurang optimal, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan sosial.
“Pengawasan kos-kosan perlu kita tingkatkan. Kita ingin memastikan identitas penghuni jelas dan aktivitasnya tidak mengarah pada hal-hal yang mengganggu ketertiban,” tegasnya.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, kelurahan akan menggelar patroli rutin selama Ramadan dengan melibatkan tiga pilar, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur pemerintah kelurahan yang terdiri atas kepala lingkungan, Linmas, RT, dan partisipasi masyarakat.
“Kawasan kos-kosan menjadi salah satu sasaran patroli, termasuk pemeriksaan identitas atau pembinaan kondisi. Ini bukan semata-mata penindakan, tetapi juga upaya preventif dan edukatif,” jelas Adi.
Ia menambahkan, patroli tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga pada waktu-waktu rawan seperti menjelang berbuka puasa dan setelah sahur.
Di sisi lain, pihak kelurahan juga telah menyiapkan skema pengamanan menghadapi perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu serta malam pawai takbiran Idulfitri yang waktunya berdekatan. Koordinasi lintas unsur masyarakat dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung aman dan saling menghormati.
“Kami ingin memastikan suasana Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri tetap harmonis. Semua kegiatan keagamaan harus berjalan tertib tanpa mengganggu satu sama lain,” pungkasnya. (pan)



