spot_img
Jumat, Februari 13, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATPetani Diminta Panen Sesuai Umur Tanam

Petani Diminta Panen Sesuai Umur Tanam

Taliwang (suarantb.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengimbau para petani padi mematuhi prosedur tanam yang telah ditentukan. Terutama terkait usia panen guna menjaga kualitas gabahnya.

Kepala DKP KSB, Nurul Syaspri Akhdiyanti mengungkap, keluhan paling besar Bulog dalam menyerap gabah petani adalah soal kualitas. Hal tu disebabkan karena petani banyak yang memanen tanamannya tidak pada usia idealnya. “Bulog bilang begitu. Ada kendala dimana petani sering panen kurang umur, belum usia panennya,” katanya.

Akibat dipanen belum waktunya, Nurul menyebut, Bulog kerap enggan membeli gabah petani. Sebab jika dipaksakan, Bulog justru merugi. “Pertama kata Bulog mereka banyak dapat gabah hampa (tanpa bulir beras). Kedua mereka bilang memproses gabah petani tidak sesuai umur panen berisiko merusak alat. Jadi banyak ruginya gitu Bulog,” ungkap Nurul.

Agar para petani mematuhi mekanisme panen ideal itu, DKP KSB pun menggandeng para penyuluh. Menurut Nurul, tenaga penyuluh menjadi garda terdepan yang mampu membimbing para petani, agar tidak melakukan kegiatan panen sebelum masanya. “Memang penyuluh kan tidak langsung bagian dari kami, tapi kami harapkan kolaborasinya membimbing petani sampai waktu panen,” katanya.

Mengarahkan petani panen sesuai masa tanam memang perlu kerja ekstra. Sebab fakta di lapangan, ada sejumlah alasan petani tak mematuhinya. Mulai dari ketersediaan alat panen hingga kepentingan ekonomi petani. Dan kondisi itu tak dipungkiri Nurul.

Keterbatasan alat panen kerap membuat petani terpaksa melalukan panen awal. “Misal ada cobine (mesin panen) yang operasi dekat sawahnya. Dan mumpung dekat akhirnya mereka sekalian memanen juga. Padahal padinya sebenarnya butuh waktu beberapa hari lagi dipanen,” sebutnya seraya mengurai masa ideal padi dapat dipanen.

“Usia padi dipanen itu sekitar 110 hari. Menurut Bulog kalau dipanen diusia itu pasti hasilnya bagus dan mereka pasti siap menyerap gabah petani,” sambung mantan Sekretaris Disnakertrans KSB ini.

Penyerapan gabah oleh Bulog. Nurul mengaku, perusahaan plat merah itu siap membeli gabah milik petani, tetapi kendala dihadapi Bulog adalah keterbatasan gundang penyimpanan.

Dalam beberapa waktu terakhir kata dia, Bulog terus mencari pengusaha untuk diajak bermitra dalam menyerap gabah petani di masa panen saat ini. “Mitra Bulog di sini (KSB) baru satu sampai sekarang. Dan Bulog itu cari mitra yang punya gudang penyimpanan karena gudang mereka saat ini sudah penuh,” imbuhnya.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO