spot_img
Jumat, Februari 13, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPuncak Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlanjut, Warga Diminta Tetap Waspada

Puncak Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlanjut, Warga Diminta Tetap Waspada

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota Mataram mengimbau masyarakat tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Maret 2026. Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan data Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) yang menyebutkan puncak curah hujan dan potensi angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Akmad Muzaki, mengatakan saat ini wilayah Kota Mataram memasuki masa peralihan musim yang ditandai dengan kondisi cuaca tidak menentu.

“Meski intensitasnya tidak selalu sama seperti sebelumnya, potensi hujan lebat disertai angin kencang tetap harus diwaspadai, baik secara nasional maupun di wilayah Kota Mataram dan NTB pada umumnya,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ia menegaskan seluruh personel penanganan bencana telah diperintahkan untuk tetap siaga dan meningkatkan pemantauan di titik-titik rawan bencana. BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain kawasan pesisir Ampenan dan Sekarbela yang rawan gelombang pasang, abrasi pantai, dan banjir rob. Selain itu, kawasan daerah aliran sungai (DAS) juga dipantau secara intensif untuk mengantisipasi luapan air saat curah hujan tinggi.

Untuk mendukung kesiapsiagaan, posko utama bencana tetap beroperasi di Kantor BPBD Kota Mataram, Jalan Lingkar Selatan. Selain itu, posko di 50 kelurahan se-Kota Mataram dan di Pendopo Wali Kota Mataram juga masih disiagakan.

“Posko di wilayah pesisir sudah kami bongkar dan koordinasi difokuskan di kantor lurah setempat agar lebih efektif,” jelas Muzaki.

Terkait penanganan warga terdampak banjir rob pada akhir Januari 2026, Muzaki menyebutkan sebanyak 20 kepala keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gelombang pasang masih mengungsi di rumah kerabat. Mereka menunggu penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) yang kini dalam tahap pengerjaan di samping Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Lingkungan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro.

Pembangunan 20 unit huntara tersebut telah memasuki tahap pengerjaan fondasi dan ditargetkan rampung kurang dari satu bulan, atau sebelum Hari Raya Idulfitri.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak panik, serta segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Pemerintah memastikan seluruh perangkat kebencanaan tetap siaga untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO