Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Wabup Hj. Nurul Adha (UNA) menepati janji politiknya saat kampanye pemilihan kepala daerah yang lalu. Janji politiknya adalah Sejahtera dari Desa, berupa program senilai Rp1 miliar per desa dan di dalamya termasuk 100 juta per dusun. Tahun ini, usulan dari semua desa di Lobar bisa diakomodir melalui program tersebut.
Bupati LAZ yang dikonfirmasi media mengatakan, terkait dengan janjinya waktu kampanye yakni Sejahtera dari Desa tahun ini direalisasikan. Pihaknya saat ini mewujudkan standar minimum, Rp1 miliar per desa harus tercapai, sehingga mekanisme yang ditempuh, seluruh urusan berbasis desa.
“Jadi usulan-usulan dari desa ini saya himpun dalam satu sistem sehingga seluruh program yang dilakukan oleh OPD, harus mengambil dari usulan itu dan kita batasi,” kata dia.
Namun, Bupati LAZ jua menyamaikan, ada juga program yang tidak bisa dibatasi Rp1 miliar, sehingga bisa lebih dari jumlah itu.
Contohonya, di desa itu yang menjadi skala prioritas adalah penanganan jembatan, tidak mungkin dibatasi Rp1 miliar. “Kalau umpamanya jembatan anggarannya Rp3 miliar, maka Rp3 miliar yang didapat,” imbuhnya.
Apakah tidak terjadi kesenjangan anggaran masing-masing desa, dari sisi jumlah penduduk dan dusun yang berbeda-beda? Menurutnya hal itu tidak akan terjadi. Sebab nanti ada tolok ukurnya.
Di luar perkiraannya, terjadi pemotongan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat, padahal dana ini yang diharapkan untuk program ini. “Tapi ini kemarin dipotong, sementara ini (program 1 miliar per desa) sudah kami janjikan, harus kami wujudkan,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya berupaya menyisir anggaran untuk program 1 miliar per desa ini.
Lebih lanjut dikatakan, beberapa minggu yang lalu dari usulan desa ada tujuh desa belum matching. Tetapi begitu dibedah, ternyata usulannya sedikit, belum sampai Rp1 miliar. Sehingga begitu pihaknya mendorong dan percepatan, akhirnya semua usulan dari desa sudah masuk. “Alhamdulillah sekarang sudah tercapai semua, nanti tinggal Kita mengundang kades untuk menerima DPA, ini lho program dari desa,” ujarnya.
LAZ menambahkan, program ini juga dipadukan dengan provinsi. Ia meminta Bappeda untuk koordinasi dengan provinsi, terkait program yang masuk ke Lobar juga dimasukkan dalam program ini. Sehingga semua usulan dari desa pun bisa diakomodir.
LAZ menambahkan, program Sejahtera dari Desa ini menggembirakan bagi Kades, karena program ini bisa menutupi pemangkasan dana desa dari Pusat. Dari pernyataan beberapa Kades pun mengakui bahwa program Sejahtera dari Desa ini menjadi angin segar bagi desa, karena bisa menutupi dampak pemotongan dana desa dari Pusat. Dengan begitu, desa bisa membangun dari program Sejahtera dari Desa ini. (her)



