spot_img
Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img
BerandaBIMA306 Kasus Campak, Pemkab Bima Tetapkan Status KLB

306 Kasus Campak, Pemkab Bima Tetapkan Status KLB

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bima resmi memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak menyusul lonjakan kasus yang terus meningkat dalam empat bulan terakhir. Penetapan status ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk mempercepat pengendalian dan penanganan wabah di seluruh wilayah terdampak.

Berdasarkan data akumulatif hingga 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 306 kasus campak sejak Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Tren peningkatan kasus terjadi secara konsisten dan mayoritas menyerang kelompok usia anak.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bima, Fatahullah menjelaskan bahwa status KLB ditetapkan, agar pemerintah daerah memiliki ruang gerak lebih luas dalam mengambil langkah cepat, terkoordinasi, dan intensif.

“Dengan 306 kasus dan lebih dari 66 persen penderita merupakan anak usia satu sampai lima tahun, penetapan KLB menjadi langkah mendesak agar penanganan darurat segera dijalankan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Distribusi kasus menunjukkan kelompok balita sebagai yang paling terdampak. Rinciannya, usia di bawah satu tahun sebesar 12,42 persen, usia satu hingga lima tahun mencapai 66,34 persen, dan usia enam hingga 12 tahun sebesar 15,69 persen.

Ia juga mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan. “Jika tidak ditangani secara optimal, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, mulai dari infeksi otak, gangguan kesehatan jangka panjang, hingga kematian, terutama pada anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh lemah,” paparnya.

Karena itu, peran camat dan kepala puskesmas ditegaskan sebagai garda terdepan pengendalian wabah. Penguatan edukasi kepada masyarakat serta peningkatan kembali cakupan imunisasi menjadi fokus utama.

“Camat dan kepala puskesmas sangat krusial dalam edukasi dan memastikan cakupan imunisasi meningkat, terutama pada kelompok umur paling terdampak. Langkah pencegahan lanjutan akan dilakukan melalui imunisasi massal,” pungkasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO