Bima (suarantb.com) – Warga Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, yang dilaporkan hanyut terseret arus banjir, akhirnya ditemukan meninggal dunia, Sabtu (14/2/2026) pagi. Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan di sekitar Bendungan Sumi, kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian awal, sekitar pukul 10.20 Wita.
Koordinator SAR Pos Bima, Muhammad Firdaus, mengatakan pencarian korban kembali dilanjutkan sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur. Tim SAR membagi personel ke dalam dua search and rescue unit (SRU) untuk mempercepat proses pencarian.
“Pagi ini kami melanjutkan penyisiran dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut hingga area Bendungan Sumi,” kata Firdaus.
Ia menjelaskan, SRU pertama melakukan penyisiran darat dengan menyusuri aliran sungai sejauh sekitar 200 meter dari titik awal kejadian ke arah hulu Dam Sumi. Sementara SRU kedua melakukan pencarian menggunakan perahu karet di sekitar wilayah bendungan. “Korban ditemukan oleh SRU dua yang menggunakan perahu karet,” ujarnya.
Firdaus menyebutkan, saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Mangge Dalam, Desa Hidirasa. Tim SAR kemudian melakukan serah terima jenazah kepada pihak keluarga.
“Setelah dievakuasi, korban kami serahkan langsung kepada keluarga di rumah duka,” katanya.
Menurut Firdaus, operasi pencarian dan pertolongan berjalan lancar meski debit air sungai masih cukup tinggi. Koordinasi antar unsur dilakukan sejak awal untuk memastikan keselamatan personel di lapangan.
“Keselamatan tim tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung,” tegasnya.
Dalam operasi SAR tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain enam personel SAR Pos Bima, Satpolairud Bima Kota, BPBD Kabupaten Bima, Tagana Kabupaten Bima, Polsek Lambu, potensi SAR, serta masyarakat dan keluarga korban.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh personel kembali ke Pos SAR Bima. Firdaus mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami mengingatkan warga untuk tidak memaksakan aktivitas di sungai ketika debit air meningkat,” katanya.
Sebagai informasi, korban bernama Weli, petani berusia 66 tahun, hanyut saat menyeberangi aliran banjir di wilayah Sungai Dusun Mangge, RT 001/001 Desa Hidirasa, sekitar pukul 17.00 Wita. (hir)



