Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) dalam hal ini Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini memberikan paket bantuan kepada para nelayan terdampak cuaca ekstrem di wilayah Batulayar, Senin (16/2/2026). Meski di hari libur, Bupati dan jajaran turun membantu meringankan beban para nelayan untuk kebutuhan sehari-hari, terlebih sebentar lagi puasa.
Akibat cuaca ekstrem, mereka tidak bisa melaut hampir dua bulan sehingga mata pencaharian pun hilang sementara waktu.
Bupati LAZ didampingi Pj. Sekda Lobar, H. Akhmad Saikhu, Kadis DKP dan Ketapang, H. Afgan Kusumanegara bersama BPBD serta Camat Batulayar, menyerahan bantuan kepada 738 KK nelayan yang ada di Empat desa di Kecamatan Batulayar. Di antaranya, Desa Meninting, Desa Senteluk, Desa Batulayar Barat dan Batulayar.
Bupati LAZ mengatakan bahwa tiap tahun warga setempat dilanda cuaca ekstrem, angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan warga tidak bisa melaut mencari ikan. “Karena itu alhamdulillah saya dan jajaran membantu untuk kebutuhan sehari-hari, berupa 738 paket beras,” kata LAZ.
738 paket bantuan ini diberikan kepada Desa Meninting sebanyak 477, Desa Batulayar Barat 102 paket, Senteluk 109 paket, dan Desa Batulayar 50 paket. Di samping beras, ada juga bantuan dari BPBD berupa mi instan sebanyak 70 kardus, perlengkapan balita 30 kardus, makanan anak 56 paket, dan gula.
Kendati di hari libur, kata LAZ, ia dan jajaran tetap turun memberikan bantuan untuk membantu meringankan beban kebutuhan warga jelang memasuki bulan puasa yang tinggal beberapa hari lagi.
“Kenapa hari libur kami tetap turun berikan bantuan ini? Karena kami tidak ingin tinggal sehari dua hari puasa ini tambah berat beban warga. Jadi ini mudahan bisa membantu sedikit kebutuhan warga,” ujarnya.
Ia berharap cuaca cepat normal, agar para nelayan bisa pergi melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia pun meminta agar apapun bentuk kebutuhan mendesak bisa disampaikan melalui Kadus, Kades, dan ke Camat selanjutnya ke OPD untuk dicarikan solusi bersama-sama. “Sebab kalaupun berat, kalau kita pikul bersama persoalan tidak ada terlalu berat,” imbuhnya.
LAZ dalam kesempatan itu mengajak nelayan agar pandai mengelola hasil melaut, ketika mendapatkan tangkapan melimpah nelayan perlu menabung menyimpan menggunakam celengan untuk kebutuhan ketika kondisi seperti ini.
Nelayan juga diminta jangan meminjam uang di rentenir, karena bunganya yang memberangkatkan sehingga membutuhkan waktu untuk mengembalikannya.
LAZ mengajak nelayan untuk memanfaatkan program bantuan modal tanpa bunga yang telah disiapkan Pemkab. Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama membangun Lobar. Pihaknya memikirkan semua daerah untuk pembangunan kedepan. Ia tidak saja memperhatikan daerah tengah dan selatan saja, tetapi juga wilayah utara.
LAZ menegaskan, pihaknya telah membangun jogging track dan Dermaga Senggigi. Begitu pula penerangan jalan umum di kawasan wisata itu telah terang. “Alhamdulillah dari Meninting sampai perbatasan dengan KLU sudah terang, begitu pula daerah lain,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DKP dan Ketapang Lobar H. Afgan Kusumanegara menambahkan, psihaknya akan melihat perkembangan selanjutnya setelah penyerahan bantuan ini, apakah warga perlu diintervensi lagi atau tidak. Jika terjadi lagi cuaca ekstrem, sehingga nelayan tidak bisa melaut maka Pemkab tentu tidak tinggal diam.
Terlebih sebentar lagi puasa, diharapkan bantuan ini bisa sedikit membantu para nelayan. Rencananya bantuan serupa juga akan diserahkan ke wilayah Lobar bagian selatan, yakni beberapa desa di daerah Sekotong.
Pihaknya menyalurkan bantuan ini kepada nelayan, menindaklanjuti usulan proposal dari masing-masing desa. Total nelayan yang terdampak sementara ini, sekitar 1.800-an KK yang tersebar di beberapa desa. Pihaknya sudah membantu beberapa desa ini.
Sementara itu, nelayan dusun Montong Desa Meninting Darmawan mengaku hampir dua bulan ia dan nelayan setempat tidak bisa melaut dampak cuaca buruk. “Besar sekali ombak (gelombang) sampai naik ke badan jalan hingga pemukiman,” kata dia.
Bahkan ketika banjir rob banyak warga diungsikan ke rumah tetangga yang aman. Termasuk istrinya pernah diungsikan karena takut banjir rob. Akibat tak melaut, penghasilan pun tidak ada. Ia pun bersabar menghadapi kondisi tahunan ini, sembari mungkin ada saja uang dermawan mau membantu. Termasuk dengan adanya bantuan dari Pemkab berupa beras, tentu bisa memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan. Untuk mengisi waktu tak melaut, ia pun memperbaiki alat tangkap seperti jaring, sampan, mesin dan lainnya. (her)



