spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMUROmzet Meningkat Signifikan, 40 UMKM Binaan PT Amman dan Pemkab Lotim Berhasil...

Omzet Meningkat Signifikan, 40 UMKM Binaan PT Amman dan Pemkab Lotim Berhasil Naik Kelas

Selong (suarantb.com) – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah penyangga membuahkan hasil menggembirakan. Sebanyak 40 pelaku usaha di dua kecamatan, yakni Sembalun dan Jerowaru, berhasil “naik kelas” setelah menjalani pendampingan intensif selama satu tahun melalui program Gumi Seri.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik yang mewakili Bupati H. Haerul Warisin dalam dalam kegiatan expo UMKM Gumi Seri di Taman Rinjani Selong, Minggu (15/2/2026) menjelaskan bahwa program yang dimulai sejak tahun 2024 ini merupakan puncak kerja sama antara pemerintah daerah dengan divisi social impact PT Amman. Awalnya diskusi terfokus pada pengembangan pariwisata. Namun kemudian mengerucut pada peningkatan peran UMKM di destinasi wisata unggulan.

Dua kecamatan ini di Kabupaten Lotim merupakan daerah yang memiliki banyak destinasi wisata. Jerowaru dengan wisata pantai dan Sembalun wisata pegunungan. Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti sampai UMKM benar-benar mandiri.

Sekda Lotim mengapresiasi peran PT Amman yang dinilai tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata lokal. Menariknya, kini banyak pelaku UMKM berasal dari kalangan Gen Z yang tampil percaya diri dan profesional.

“Pelaku UMKM kita sekarang banyak dari Gen Z, bahkan sulit dibedakan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka sudah cukup maju dan melek teknologi. Ini modal besar untuk pengembangan pariwisata ke depan,” pungkasnya.

Namun, Sekda juga menyoroti pentingnya sinergi antar wilayah. Menurutnya, potensi pariwisata di Lombok Timur sangat besar, salah satunya tercermin dari data kunjungan ke desa wisata yang mencapai 26 ribu di destinasi saya Tetebatu pada tahun 2025. Angka tersebut dinilai sangat signifikan, meskipun pengelolaannya masih berjalan sendiri-sendiri.

“Bangun sinergi itu penting. UMKM dari selatan bisa diisi juga oleh produk-produk dari utara. Kita tidak bicara kedaerahan, tapi bicara Lombok Timur. Bayangkan jika 26 ribu wisatawan itu masing-masing membeli satu produk UMKM, misalnya bawang putih khas Lotim, maka dampak ekonominya akan sangat besar,” jelasnya.

Sekda menuturkan, program Gumi Seri ini sangat diapresiasi juga datang dari Bupati Lotim H. Haerul Warisin. Hadapannya tidak saja Jerowaru dan Sembalun tapi bisa diperluas. “Program ini sangat baik dalam rangka pengembangan UMKM dan pariwisata hijau,” imbuhnya

Sekda bersama berkesempatan melihat stand ekspo UMKM dan melihat langsung produknya. Terlihat inovasi dan kreativitas dais pelaku UMKM ini yang bisa meningkatkan omzetnya. Yakni data data diatas 30 persen. Bahkan Sekda menyatakan akan menggunakan jasa pelaku UMKM yang sukses ini untuk jadi pendamping pelatihan usaha UMKM lainnya.

Senior Manager Social Impact PT Amman, Aji Suryanto, menambahkan bahwa program ini dirancang berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan kapasitas manajemen, pemasaran, dan akses pasar. Pihaknya tidak memberikan modal secara langsung, melainkan membuka akses pelaku UMKM ke perbankan dengan bekal pembukuan yang rapi dan kemampuan menjual yang mumpuni.

Dampak positif program ini mulai terlihat nyata. Aji Suryanto, mengungkapkan bahwa omzet pelaku UMKM yang terlibat dalam program mengalami kenaikan hingga 30 persen per bulan.

“Mereka dilatih hingga mampu masuk ke e-commerce dan memanfaatkan media sosial. Hasilnya, ada peningkatan omzet signifikan, misalnya dari Rp600 ribu menjadi Rp1,5 juta per bulan. Ini adalah keberhasilan. Hasil program ini nyata dan terlihat,” ungkap Aji.

Ia berharap para peserta tidak hanya sukses sendiri, tetapi juga bisa menjadi pelatih bagi UMKM lain melalui mekanisme training of trainer. “Ke depan, kami berharap program ini tidak berhenti di tahun ini saja, tapi bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM,” tambahnya.

Program yang merupakan bagian dari kontribusi sosial PT Amman untuk daerah penyangga ini telah berjalan sejak 2020. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas program pengembangan pariwisata berkelanjutan dan mendorong sinergi antar-UMKM di seluruh kecamatan guna mewujudkan Lombok Timur sebagai destinasi wisata yang berdaya saing. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, diharapkan UMKM Lombok Timur semakin berdaya saing dan menjadi contoh bagi wirausaha muda di daerah.

Pada pelaku usaha yang ikut expo UMKM Gumi Seri yang dibina PT Amman ini merasakan betul manfaat besar setelah menjadi bagian yang dibina. Turmuzi, salah satu pelaku UMKM Terasi Jor menuturkan pengalamannya yang luar biasa bersama PT Amman. Dia mengaku omzetnya sekarang meningkat hingga 100 persen.

Manfaat besar lainnya dirasakan Suryadi, pengusaha homestay yang beralih menjadi pengusaha bumbu dapur. Alhasil, dari hasil binaan PT Amman usahanya berkembang cukup baik.

Sementara itu Saeun, pengusaha black garlic dari Sembalun menilai Amman mineral luar biasa. Sejak 1995 menjadi bisnis, dari pelatihan Amman hasil penjualannya meningkat 30 persen.

Mohce Moechtar dari Forward Indonesia yang menjadi mitra PT Amman melakukan pelatihan ke pelaku UMKM menerangkan kegiatan pelatihan dilakukan dengan cara sangat menarik. “Kita lebih banyak gamesnya, diskusi dengan kelompok kerja jadi ramai,” ucapnya.

Pelatihannya juga tidak membosankan karena lebih banyak praktik dibandingkan pemberian teori. Hasilnya katanya jauh lebih cepat mengena dah mudah dimengerti oleh peserta pelatihan. (rus/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO