spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATBupati Lobar Turun Cek, Dua Tahun Rumah Warga Rusak Tergerus Abrasi di...

Bupati Lobar Turun Cek, Dua Tahun Rumah Warga Rusak Tergerus Abrasi di Pengawisan Tak Ditangani

Giri Menang (suarantb.com) – Rumah warga di pesisir Dusun Pengawisan Desa Persiapan Pesisir Mas Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang rusak diterjang gelombang tinggi dampak cuaca ekstrem, hingga kini belum diperbaiki. Akibatnya, dua tahun warga terpaksa mengungsi dengan menumpang tinggal di rumah keluarga.

Warga berharap bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah mereka dan menangani abrasi pantai yang kian parah. Jumaenah, salah seorang korban yang rumahnya rusak diterjang gelombang tinggi di Dusun Pengawisan Desa Persiapan Pesisir Mas menuturkan bahwa hampir dua tahun lamanya rumahnya rusak akibat gelombang tinggi. “Belum ditangani sampai sekarang,” terangnya ditemui di lokasi saat rumahnya ditinjau Bupati Lobar bersama jajaran Selasa 17 Februari 2026.

Ia terpaksa tak menempati rumah itu karena kondisi temboknya ambruk. Kamar tidur ambruk, yang tersisa hanya dapur. Jumaenah mengaku sudah menyampaikan keluhan soal rumahnya ini ke pihak pemerintah paling bawah hingga atas. Namun belum ada tindak lanjut penanganannya.

Akibat rumahnya rusak tak bisa ditempati, ia pun harus menumpang di rumah mertua. “Sudah dua tahun saya numpang di rumah mertua karena rumah kami tidak bisa ditempati,” imbuhnya.

Ia berharap bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumahnya. Sebab ia sendiri tidak mampu membiayai, jangankan untuk membangun rumah, untuk makan sehari-hari saja sulit. Sehingga kondisi ini memaksa suaminya pergi ke Malaysia untuk mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dusun Pengawisan Sohbi mengatakan bahwa jumlah rumah warga di pesisir pantai terdampak sekitar 50 unit. “Yang rusak parah, ambruk tak layak pakai itu ada dua rumah,” kata dia.

Warga memperbaiki rumahnya sendiri secara swadaya. Sedangkan beberapa yang masih rusak, penghuninya terpaksa mengungsi.

Kondisi rumah warga yang rusak akibat gelombang ini telah lama terjadi. Pihaknya berupaya mengusulkan ke Pemerintah, saat tim dari Pemkab telah turun cek lokasi. Namun penanganan perbaikan rumah belum dilakukan Pemkab.

Ia menambahkan lahan tempat pemukiman warga ini berstatus hak milik. Dulunya, bibir pantai dengan pemukiman warga jauh hingga puluhan meter. Namun, abrasi parah melanda hingga menggerus rumah penduduk. Pihaknya berharap agar pemerintah serius menangani rumah warga yang rusak dan abrasi pantai setempat.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini yang turun mengecek rumah warga yang rusak di dusun setempat mengatakan pihaknya melihat kerusakan rumah warga untuk selanjutnya mengkaji seperti apa mekanisme penangannya. Pemkab sendiri memiliki mekanisme penanganan rumah melalui alokasi APBD dan ada juga bisa diintervensi melalui Baznas.

Sedangkan terkait abrasi pantai, pihaknya telah mengusulkan penanganannya ke pemerintah pusat. Sebab kawasan pesisir menjadi kewenangan pusat. “Kita perkuat lagi usulan di beberapa wilayah terdampak abrasi ini,” imbuhnya.

Terkait harapan warga dibangunkan pemecah gelombang atau talud pantai, menurutnya pembangunan infrastruktur ini tidak bisa mengatasi abrasi. Akan tetapi nanti akan dikaji seperti apa penanganan yang tepat. Seperti di Taman Ayu, kata LAZ, pantai sudah tergerus hingga 30 meter ke pemukiman warga. Akibatnya, pemukiman pun menjadi bibir Pantai. (her)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO