spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBDOMPUKuota Elpiji 3 Kilogram Berkurang, Wabup Berharap Tidak Ganggu Pasokan Selama Ramadan

Kuota Elpiji 3 Kilogram Berkurang, Wabup Berharap Tidak Ganggu Pasokan Selama Ramadan

Dompu (Suara NTB) – Alokasi gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Dompu mengalami pengurangan hingga 1.095 meterik ton sesuai surat Dirjen Migas No B-113/MG.05/DJM/2026 tanggal 06 Januari 2026.

Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH., meminta PT Pertamina untuk memastikan pasokan selama Ramadan dan musim panen tetap tersedia gas elpiji 3 kilogram, agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Bulan puasa dan musim panen, kata Wakil Bupati, menjadi waktu puncak konsumsi masyarakat dan permintaan elpiji subsidi juga meningkat, sehingga perlu disiasati agar alokasi tabung gas melon tersebut, tidak dibagi alokasi sama besar setiap bulannya dan disesuaikan dengan permintaan. “Di bulan puasa dan musim panen agar diperbesar alokasi bulanannya,” pintanya.

Wabup juga meminta, agar selama bulan Ramadan dan musim panen tahun 2026, tidak diganggu distribusinya di tengah masyarakat. “Selain alokasi reguler, juga ditambahkan extra droping dan atau fakultatif, guna menjamin tidak terjadi gangguan distribusi di masyarakat,” harapnya.

Permintaan ini disampaikan Wakil Bupati kepada pimpinan PT Pertamina NTB melalui suratnya Nomor : 500.10.7.6/17/EKONSDA/2026, tanggal 9 Februari 2026. Dalam surat itu juga disampaikan, alokasi tahun 2026 ini dikhawatirkan tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarat sepanjang tahun, apalagi dengan ketiadaan alternatif seperti elpiji non PSO yang kontinyu.

Dikatakan Wabup, kekurangan alokasi elpiji subsidi tahun 2026, diduga sebagai akibat dari rendahnya pendataan pengguna rumah tangga dan usaha mikro oleh pangkalan elpiji subsidi. Berdasarkan sistem MAP, data pada bulan Oktober 2025 tercatat 35.482 RT dan 1.231 UMKM. Sedangkan sesuai data di Pemerintah Kabupaten Dompu, tercatat 87.752 RT dan 23.142 UMKM. “Diharapkan PT. Pertamina lebih memperhatikan optimasi penginputan NIK oleh pangkalan-pangkalan dalam transaksi sistem MAP,” sebutnya.

Pada tahun 2025, Kabupaten Dompu mendapat alokasi gas elpiji 3 kilogram sebanyak 5.590 MT. Dengan alokasi ini, warga Dompu masih mengalami kekurangan dan menyebabkan harga di pasaran jauh di atas HET. Kekurangan alokasi di tahun 2026, dikhawatirkan akan memperparah ketersediaan gas dan harga di pasaran. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO