spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNASIONALMenteri Kebudayaan Sambut Baik Penerbitan Buku Wastra Lombok

Menteri Kebudayaan Sambut Baik Penerbitan Buku Wastra Lombok

Jakarta (suarantb.com) – Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam bertemu dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di ruang kerjanya, Selasa, 17 Februari 2026. Pertemuan tersebut turut dihadiri Michael Abbot dan Dr. Muhammadun untuk membahas rencana peluncuran buku tentang Wastra Lombok yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Adelaide, Australia.

Michael Abbot selaku kolektor sekaligus penggagas penerbitan buku berbahasa Inggris tersebut berharap Menteri Kebudayaan dapat memberikan kata pengantar. Selain Menteri Kebudayaan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga direncanakan memberikan sambutan dalam buku tersebut dan berencana hadir pada peluncuran serta bedah buku di Australia.

Ahmad Nuralam menyampaikan, buku yang akan diterbitkan itu merupakan literasi internasional pertama yang secara khusus membahas kain tenun Lombok dan Bali, terutama koleksi Wastra Lombok milik Michael Abbot. Buku tersebut ditulis bersama sejumlah penulis dari NTB dan Bali.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik inisiatif tersebut dan berjanji memberikan sambutan dalam buku itu. Ia menilai penerbitan buku Wastra Lombok menjadi bagian penting dalam promosi dan pemajuan kebudayaan Indonesia di tingkat internasional.

“Buku ini menjadi literasi internasional yang penting bagi pemajuan kebudayaan kita, khususnya masyarakat Lombok,” kata Fadli Zon.

Menurut Ahmad Nuralam, pertemuan berlangsung santai dan hangat selama hampir dua jam, meski dalam rundown acara hanya dijadwalkan 30 menit.

“Pak Menteri mengajak kami berkeliling melihat koleksi beliau yang ditata secara artistik. Saya juga melaporkan perkembangan museum desa serta menyerahkan buku terbitan Museum Negeri NTB tentang tradisi bercocok tanam masyarakat Sasak dan manuskrip Markum,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Nuralam juga melaporkan perkembangan program museum desa yang diresmikan Menteri Kebudayaan pada Januari 2025 dalam peluncuran program “Kotaku Museumku” di Museum NTB. Hingga saat ini, sudah terbentuk sembilan museum desa berkat Festival Museum Desa.

Ia menyebutkan antusiasme desa-desa untuk membentuk museum desa cukup tinggi. Pada 2026, program tersebut akan kembali digelar guna menambah jumlah museum desa yang terbentuk.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan berharap selain pengembangan museum desa, Museum NTB terus melakukan pembenahan, memperkuat publikasi kajian koleksi, serta aktif menerbitkan buku sebagai bagian dari penguatan literasi dan dokumentasi kebudayaan daerah. (r/ham)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO