Mataram (suarantb.com) – Pelaksanaan pembelajaran di sekolah SMA sederajat di NTB mendapat penyesuaian selama Ramadan. Penyesuaian yang dimaksud dari mulai program saat Ramadan hingga durasi belajar.
Penyesuaian tersebut sebagaimana tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB tentang penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada Ramadan 1447 H.
Surat tersebut mendorong agar sekolah rutin melakukan kegiatan spritualitas seperti tadarus dan salat berjamaah. Tadarus disarankan terlaksana 15 menit sebelum pembelajaran.
Plt. Kabid Pembinaan SMA, Dikpora NTB, Hj. Eva Sofia Sari, Kamis (19/2/2026) mengatakan, pembiasaan siswa membaca kitab suci Al-Qur’an pada bulan puasa penting dilakukan.
“Tadarus lebih kepada menyiapkan dan menekankan kepada siswa siswi kita yang merupakan generasi muda untuk menjadi generasi Qur’ani sebagai pedoman hidupnya di tengah maraknya pengaruh globalisasi dan digitalisasi modern,” ujarnya.
Selain tadarus, kegiatan salat zuhur berjemaah dan kuliah tujuh menit (Kultum) juga diharapkan menjadi agenda rutin selama bulan puasa.
Eva menerangkan, dengan adanya ibadah berjemaah dan ceramah keagamaan di sekolah dapat memupuk kesadaran dan karakter religius siswa.
“Salat berjemaah dan kultum bertujuan meningkatkan pemahaman,dan pengamalan ajaran agama, membangun karakter atau akhlak mulia siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang religius,” terang Eva.
Selain program, penyesuaian juga diberlakukan pada durasi belajar. Sepanjang Ramadan, jadwal masuk dimulai dari pukul 08.00 Wita dan pulang pukul 12.30 Wita.
Dengan sejumlah penyesuaian baik pembelajaran maupun durasi belajar ini, sekolah tidak saja hadir sebagai ruang akademik, tapi juga wadah untuk memperkuat karakter yang humanis, religius, dan punya kepekaan sosial yang tinggi.
“Harapannya satuan pendidikan dapat melaksanakan kegiatannya secara maksimal sesuai apa yg sudah di instruksikan Dikpora agar kegiatan ini dapat memberi manfaat untuk diimplementasikan secara langsung,” tandasnya. (sib)



