Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Adha atau yang disingkat LAZ-Adha per tanggal 20 Februari 2026 ini genap satu tahun memimpin Gumi Patut Patuh Patju. Satu tahun memimpin Lombok Barat, LAZ-Adha telah mampu membawa angin segar bagi pembangunan daerah di berbagai sektor.
Sejak dilantik pada tanggal 20 Februari tahun 2025, di tengah tantangan fiskal, pasangan ini mampu menunaikan janji politik Sejahtera dari Desa berupa program senilai Rp1 miliar per desa. Dari data yang ada, transformasi bidang ekonomi konsisten dilakukan dengan mengusung semangat keterbukaan dan jargon #KerjaNyata, serta fokus pada penguatan ekonomi riil serta pembenahan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam kurun waktu singkat, Pemkab Lobar melakukan lompatan fiskal yang cukup berani. Di tengah tantangan ekonomi global, daerah ini berhasil mencatatkan sejarah dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menyentuh angka hampir 100 persen. Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan infrastruktur yang lebih masif di tahun-tahun mendatang.
Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini, yang akrab disapa LAZ, menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan tidak boleh berhenti pada angka statistik semata. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah pertumbuhan yang mampu menyentuh langsung dapur masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Lobar meluncurkan program stimulan berupa modal usaha tanpa bunga. Program ini dirancang khusus untuk menghidupkan sektor riil agar masyarakat memiliki daya saing yang lebih tangguh di tengah persaingan pasar.
“Saya yakin pergerakan ekonomi juga kita sudah berusaha menyiapkan modal usaha tanpa bunga untuk menggerakkan ekonomi pada sektor riil,” ujar LAZ saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026).
Selain penguatan ekonomi, setahun masa jabatan LAZ-Adha juga ditandai dengan efektivitas birokrasi yang membuahkan hasil manis. Saat ini, Kabupaten Lobar menempati posisi tertinggi dalam indeks reformasi birokrasi di wilayah NTB, mengungguli kabupaten/kota lainnya di Bumi Gora.
Di sisi lain, wajah ibu kota Gerung kini tampil lebih menggeliat dengan pembangunan Alun-alun dan revitalisasi bundaran GMS yang mampu menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat Lobar. Tak sampai di situ, penataan area Islamic Center sedang berjalan dengan penggandaan lahan untuk pembangunannya. Dari sisi penerangan askes vital dan strategis, Pemkab mengoptimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga membuat suasana kota menjadi lebih hidup, terutama pada malam hari.
Transformasi ini juga menyentuh kawasan wisata andalan, Senggigi, dengan penyediaan fasilitas jogging track yang lebih nyaman bagi wisatawan. Konektivitas antarwilayah pun terus diperhatikan. Pembangunan dan perbaikan jalan dilakukan secara intensif di berbagai titik strategis, mulai dari wilayah Lembar, Dasan Cermen, hingga Kediri, guna memastikan aksesibilitas masyarakat tetap lancar.
Menyadari adanya keterbatasan anggaran yang dialami hampir seluruh daerah di Indonesia, Bupati LAZ memilih strategi optimalisasi dibandingkan meratap. Ia menekankan bahwa keterbatasan fiskal justru menjadi pemicu bagi birokrasi untuk bekerja lebih kreatif dan efisien dalam mengelola sumber daya yang ada.
Bagi LAZ, tahun pertama kepemimpinannya adalah masa adaptasi krusial untuk menyelaraskan ritme kerja aparatur dengan visi besarnya. Namun, ia enggan terjebak dalam klaim keberhasilan sepihak dan memilih menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.
“Saya serahkan semuanya ke publik yang menilai, yang merasakan. Tidak perlu saya mengklaim dengan angka-angka, tapi rasakan saja bagaimana publik merasakan saat ini,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi, Pemkab Lobar dijadwalkan menggelar kegiatan bertajuk “Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan LAZ-Adha” pada Jumat (20/2/2026). Agenda ini akan memaparkan secara detail capaian pembangunan di berbagai sektor sekaligus menyosialisasikan rencana program strategis untuk tahun-tahun ke depan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kominfotik bahwa, dari lima misi berbagai sektor pemerintahan LAZ-Adha menunjukkan tren positif dan on the track.
Misi pertama, mewujudkan SDM berkualitas, Berdaya saing global dan berkarakter. Pada indikator kesehatan masyarakat, terdapat program 1 miliar per desa yang terealisasi tahun ini. Usia harapan hidup warga Lobar juga berhasil ditingkatkan pada pemerintahan Bupati LAZ – Wabup Una, dari 72,6 tahun menjadi 73 tahun. Pemerintahan LAZ juga meningkatkan capaian indikator IPM, dari 72,70 menjadi 73,52. Begitu pula angka stunting, berhasil ditekan dari 9,74 persen menjadi 9,32 persen.
Pada indikator infrastruktur dan sarana kesehatan. Pengadaan atau renovasi (ruang Picu, UTDRS, ruang operasi) tahun 2025 direalisasikan tiga layanan vital, dibanding tahun 2024 nol atau tidak ada. Rehabilitasi dan pengembangan dilalukan pada lima puskesmas, yakni Puskesmas Penimbung, Jakem, Pelangan, Sedau, Sigerongan. Rekonstruksi dua Pustu, yakni di Giri Tembesi dan Kebon Ayu.
Pada indikator sarana pelayanan kesehatan dasar, terdapat penambahan yang signifikan pada era Bupati LAZ dan Wabup UNA, diantaranya tempat tidur puskesmas dari 47 unit tahun 2024 menjadi 107 unit tahun 2025. Kendaraan Ambulans 4 unit tahun 2025 dan Ambulance Basic atau advance dari satu unit (2024) menjadi 2 unit tahun 2025.
Kemudian pada indikator pendidikan, rata-rata lama sekolah meningkat signifikan dari 6,88 tahun (2024) menjadi 7,15 tahun pada tahun 2025. Begitu pula pada harapan lama sekolah, meningkat dari 13,99 tahun (2024) menjadi 14,17 tahun (2025).
Pada Indikator pembangunan, revitalisasi, dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan. Pemerintahan LAZ-Adha menangani Rehablitasi sedang atau berat ruang kelas sekolah sebanyak 90 unit lebih banyak dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 63 unit. Beasiswa bagi siswa tak mampu juga bertambah dari sisi jumlah dan besaran, dimana tahun 2025 siswa yang diberikan beasiswa sebanyak 1.588 siswa dengan anggaran Rp1,028 miliar sedangkan tahun 2024 sebanyak 1.220 siswa dengan anggaran Rp734,8 juta lebih.
Selanjutnya pada misi kedua, Mewujudkan Transformasi Ekomoni Berkelanjutan. Pada indikator laju pertumbuhan ekonomi berhasil digenjot, dimana mengalami peningkatan dari tahun 2024 sebesar 3,02 persen menjadi 4,19 persen tahun 2025. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 12,65 tahun 2024 menjadi 11,9 tahun 2025.
Pada indikator penguatan UMKM, industri, dan ketenagakerjaan. Pemerintah LAZ-Una menggelontorkan program subsidi bunga pinjaman modal mirko senilai Rp2,1 Miliar lebih. Pelaku UMKM yang mendapatkan akses pinjaman 2.276 dari 11 ribu lebih pelaku UMKM. Pelaku UMKM Car Free Night, sebanyak 230 dengan perputaran ekonomi mencapainya Rp184 juta per pekan. Lowongan kerja yang tersedia 5.149.
Pada indikator penguatan pertanian dan ketahanan pangan, selama satu tahun Bupati LAZ-Wabup UNA, berhasil membangun 2.562 meter lebih, jauh lebih paniang dibanding tahun 2024 sekitar 1.488 meter. Dan membangun tiga unit gudang penyimpanan tembakau. Pada Indikator PAD, mampu direalisasikan hingga lampui target 107 persen atau Rp223,8 Miliar dari target 207,4 Miliar tahun 2025. Sedangkan tahun 2024 sebesar Rp143 Miliar lebih. Di Indikator Perdagangan dan pasar, sebanyak 3 pasar direvitalisasi dan pembangunan 12 TPS Pasar.
Misi 3, Mewujudkan Ketahanan Keluarga Sosial dan Budaya Berbasis Kearifan Lokal.
Pada indikator perlindungan dan rehabilitasi sosial. Rehabilitasi sosial, fakir miskin anak yatim dan lansia, telah disalurkan 1.950 paket sembako, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 sebanyak 960 paket sembako. Misi 4, Mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan dan berwawasan lingkungan.
Indikator pembangunan keluarga, sosial dan budaya. Pada Indeks Infrastruktur meningkat mencapai 48,28 (2025) dianding tahun 2024 sebesar 47,81. Persentase infrastruktur dasar, mengalami kenaikan dari 35,73 Persen tahun 2024 menjadi 36,08 persen tahun 2025. Rasio konektivitas, naik 60,49 persen dari tahun lalu sebesar 59,89 persen.
Indikator perbaikan jalan, dari total panjang jalan 784.833 Kilometer, dalam kondisi mantap 512.812 Kilometer, sedangkan butuh perbaikan 272 Kilometer. Sepanjang tahun 2025 berhasil dibangun jalan 8 Kilometer. Pembangunan SPAM dan jaringan perpipaan, tahun 2025 melayani 1.118 unit SR menurun dibandingkan tahun 2024 sebanyak 2.180 unit SR. Penanganan RLTH, tahun 2024 sebanyak 221 unit meningkat tahun 2025 mencapai 579 unit.
Indikator perhubungan, jumlah titik lampu yang dipasang 688 titik, dengan penambahan Sarana Prasarana berupa mobil Crane. Pada sektor lingkungan, damtruk ditambah 8 unit, kendaraan roda tiga 31 unit dan IPST Masaro sebanyak dua teknologi Masaro. Berbagai pembangunan dilaksanakan sepanjang tahun 2025,baik infrastruktur Dermaga, alun-alun, revitalisasi Taman Kota dan Bundaran GMS. Selain pembangunan, pada Birokrasi Lobar terbaik di NTB dengan 78,95 naik dibandingkan tahun 2024 78,54. Pencapaian ini terkait dengan misi 5, menghadirkan transformasi tata kelola pemerintahan. (her)



