spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWATerindikasi Miliki Penyakit Kronis, 327 Peserta PBI JKN Diaktifkan Kembali

Terindikasi Miliki Penyakit Kronis, 327 Peserta PBI JKN Diaktifkan Kembali

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa, mencatat deri 39.271 peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI JKN) di Sumbawa dinonaktifkan oleh pemerintah pusat. Dari jumlah itu,terdapat 327 orang peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis sehingga harus segera dilakukan reaktivasi atau aktifkan kembali.

“Data 327 kita temukan setelah proses sinkronisasi bersama Dinas Kesehatan (Dikes). Kami juga akan melakukan verifikasi dan validasi data tersebut untuk memastikan layak atau tidak,” kata Kabid Pelayanan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Syarifah kepada Suara NTB, Kamis, 19 Februari 2026.

Pihaknya memastikan akan segera melakukan reaktivasi terhadap kepesertaan BPJS mereka. Tentu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk melapor ke Disos, jika BPJS mereka non aktif untuk di reaktivasi terutama bagi mereka yang memiliki riwayat sakit kronis.

“Pada prinsipnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sakit tidak boleh berbayar (gratis). Makanya kita upayakan verifikasi data mereka kita targetkan bisa segera tuntas,” ucapnya.

Proses pemadanan data kepesertaan BPJS PBI JKN dengan Dikes juga terus berproses dengan melibatkan puskesmas. Hal itu dilakukan untuk memastikan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis dan kepesertaannya non aktif bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

“Kami targetkan untuk verifikasi dan validasi final terhadap data tersebut tuntas pada bulan April mendatang. Sehingga bisa langsung kita lakukan reaktivasi dan digunakan untuk berobat,” ujarnya.

Ia menegaskan, meskipun data kepesertaan 327 orang PBI JKN tersebut tidak aktif, mereka harus tetap menerima pelayanan yang baik. Karena hal itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup seseorang maka persoalan administrasi harus dikesampingkan terlebih dahulu.

“Ketika 327 orang ini (punya riwayat penyakit kronis) datang berobat harus segera dilayani karena mereka membutuhkan pelayanan. Kalau untuk masalah administrasi nanti akan diselesaikan setelah pasien mendapatkan perawatan yang baik,” tukasnya. (ils)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO