Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, masih menunggu verifikasi data sesuai by name by address (BNBA) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk penanganan lebih lanjut.
“Total RTLH yang kita usulkan untuk menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 500 unit, cuman untuk pelaksanaan kami menunggu BNBA yang dikeluarkan PKP,” kata Kepala Dinas PRKP melalui Kabid Kawasan Permukiman, Rizqi Helfiansyah, kepada Suara NTB, Jumat, 20 Februari 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima, untuk BNBA penanganan RTLH melalui BSPS akan dilakukan pada batch 3 tahun 2026. Batch 3 itu rencananya akan dikeluarkan oleh Kementerian PKP pada bulan Maret mendatang untuk penanganan.
“Informasinya untuk penanganan RTLH melalui BSPS akan dilakukan pada bulan Maret mendatang. Sementara jumlah yang akan ditangani kementerian kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya.
Rizqi melanjutkan, penanganan terhadap rumah tidak layak huni ini tetap menjadi atensi pemerintah sejak beberapa tahun terakhir. Sebab total RTLH yang ada di Sumbawa mencapai 47.000 unit dan tersebar di beberapa kecamatan.
“Setiap tahun pasti ada RTLH yang kita tangani, tahun kemarin ada sekitar 120 unit baik yang ditangani melalui anggaran pemerintah pusat, provinsi dan daerah,” ucapnya.
Penerima bantuan untuk RTLH BSPS ini, rata-rata masyarakat dalam kategori berpenghasilan rendah (MBR). Namun, pihaknya tetap perlu melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan besaran bantuan yang akan diterima nantinya.
“Rata-rata masyarakat yang kita bantu untuk RTLH yakni berpenghasilan rendah, dengan tetap melihat kondisi di lapangan,” tukasnya. (ils)



