Taliwang (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat menyatakan telah menerbitkan sebanyak tujuh dokumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan rekomendasi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kalau tidak salah yang sudah kami terbitkan untuk tujuh dapur,” sebut Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof kepada Suara NTB.
Dalam menerbitkan dua dokumen yang menjadi kewenangannya itu, Carlof mengaku sangat berhati-hati. Pihaknya harus benar-benar memastikan segala pra syarat yang dibutuhkan harus dipenuhi oleh pengelola dapur SPPG. “Kami mengadakan pelatihan untuk penjamah makanannya. Jadi kalau tidak lulus satu orang saja, kami tidak akan terbitkan SLHS-nya. Begitu juga dengan pra syarat lainnya,” tegasnya.
Ada banyak persyaratan yang harus dimiliki oleh dapur SPPG sebelumnya dinyatakan memenuhi kriteria SLHS. Salah satunya baku mutu air yang akan digunakan menopang operasional dapur. Soal kualitas air itu, Carlof menyatakan, agar pengelola dapur untuk secara berkala melakukan pengujian guna menjaga standar mutunya. “Kenapa penting menjamin steril air yang dipakai. Karena hampir 99 persen bahan makanan yang dimasak sampai untuk membersihkan alat-alatnya pakai air tersebut. Jadi tingkat kontaminasinya terhadap makanan sangat rentan,” urainya.
Selain telah menerbitkan untuk tujuh unit dapur, selanjutnya Carlof menyebut masih ada sekitar empat dapur baru yang berproses. Ia menguraikan, dua unit dapur para petugas penjamah makanannya tengah menjalani pelatihan. Sementara, dua dapur lainnya tengah dilalukan pengecekan baku mutu airnya. “Mungkin untuk sampel airnya tinggal kita tunggu hasil laboratoriumnya,” tukasnya.
Pihaknya mendukung penuh pemenuhan persyarat kelaikan dapur SPPG yang ada di KSB. “Pokoknya pra syaratnya terpenuhi. Kami tidak akan tunggu lama pasti kami langsung terbitkan baik itu SLHS-nya maupun rekom operasionalnya,” janji Carlof.(bug)



