Selong (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih berjibaku untuk mengatasi banjir yang menggenangi perkampungan di Dusun Sungkun Desa Ekas dan luapan Embung Bedah Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru. Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, secara khusus kembali mengecek kondisi terakhir genangan air di Dusun Sungkun Ekas, Sabtu (21/2/2026).
Kepada media, H. Iron, sapaan akrab Bupati Lotim ini menyatakan akan segera melakukan relokasi masyarakat terdampak dan membangun waduk sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan tersebut. Dikhawatirkan, intensitas hujan terus meningkat dan membuat warga terancam banjir lebih tinggi. Saat ini saja, terlihat di sejumlah perkampungan warga sudah digenangi air setinggi 60 sentimeter.
Genangan air ini diketahui sudah cukup lama. Setidaknya sudah berlangsung selama dua minggu terakhir. Ia menegaskan situasi kali ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kejadian tahun 2026 ini disebut terparah sepanjang beberapa tahun terakhir.
Beberapa upaya sudah dilakukan Pemkab Lotim untuk mengatasi masalah banjir tersebut. Di antarAnya mencOba membuat waduk. Akan tetapi, waduk yang dibuat juga mengeluarkan air. Upaya lainnya dilakukan adalah melakukan penyedotan air menggunakan pompa lalu dibuang ke laut.
Akibat banjir yang merendam pemukiman selama lebih dari dua minggu, warga terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat. Bupati mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk segera mencarikan solusi permanen bagi para korban banjir.
Pemerintah daerah berencana merelokasi warga ke lahan milik daerah yang akan disiapkan. Di lokasi baru nanti, pemerintah tidak hanya akan memindahkan warga, tetapi juga membangun waduk yang berfungsi ganda.
“Kita nanti di tempat itu kita akan bangunkan waduk itu salah satu caranya, waduk yang dalam. Kemudian nanti setiap musim hujan, jadi waduk ini akan terisi, bisa nanam ikan di situ,” jelas Bupati.
Dengan adanya waduk tersebut, diharapkan debit air hujan dapat tertampung sehingga tidak lagi merendam pemukiman warga seperti yang terjadi saat ini. “Nanti kita carikan lahan di dekat itu sebagai tempat relokasi,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lotim saat ini tengah menyiapkan langkah teknis terkait lokasi relokasi dan pembangunan waduk yang diharapkan dapat menjadi solusi akhir bagi permasalahan banjir tahunan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, H. Achmad Dewanto Hadi menjelaskan sesuai perintah Bupati Lotim pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi debit air baik akibat luapan Embung Bedah di Seriwe maupun di Ekas Buna. Disebut, banjir yang melanda di dua desa tersebut baru kali ini terjadi dengan intensitas cukup tinggi setelah 40 tahun terakhir. Upaya penyedotan air masih terus coba dilakukan untuk membuang air ke laut.
Kondisi kawasan yang terdampak banjir ini memang berada pada sebuah cekungan sehingga mudah tergenang air hujan dengan debit yang cukup tinggi. (rus)


