spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATDPRD Minta AMMAN Wajibkan Rekanan Pakai Kendaraan Plat KSB

DPRD Minta AMMAN Wajibkan Rekanan Pakai Kendaraan Plat KSB

Taliwang (Suara NTB) – Kalangan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menyuarakan terkait penggunaan kendaraan ber-plat KSB bagi seluruh perusahaan yang beroperasi di proyek tambang Batu Hijau. Dorongan kali ini lebih kuat, karena PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) diminta menjadikan hal tersebut sebagai syarat wajib dalam perpanjangan kontrak dengan mitra kerjanya.

“Kami mau AMMAN menjadikan klausul kendaraan perusahaan harus ber plat EA KSB menjadi wajib kalau mau perpanjangan kontrak di Batu Hijau,” cetus anggota DPRD KSB, Badaruddin Duri.

Badaruddin mengatakan, selama ini AMMAN sebenarnya sudah cukup baik dalam merespon harapan agar setiap perusahaan di lingkungan Batu Hijau harus memakai plat lokal. “Tapi AMMAN sifatnya hanya berupa imbauan sehingga masih banyak perusahaan yang tetap pakai mobil plat luar. Jadi tidak efektif juga. Makanya mulai tahun ini kita inginnya AMMAN jadikan itu syarat wajib perpanjangan kontrak kerja sama,” tandasnya.

Badaruddin menyatakan, bukan tanpa alasan penggunaan kendaraan ber-plat lokal KSB itu harus diterapkan. Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melaui Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Bayangkan saja ada ribuan kendaraan plat luar daerah di Batu Hijau. Mereka operasinya di sini, tetapi bayar pajaknya bukan di KSB dan itu merugikan bagi kita,” urai Badaruddin.

Bagi Badaruddin, AMMAN harus menerapkan kewajiban penggunaan kendaraan palt lokal KSB itu bagi seluruh perusahaan mitra. Hal itu sebagai bentuk dukungan perusahaan berkontribusi dalam upaya daerah memaksimalkan peningkatan PAD-nya. “Kan kita tidak minta anggaran. Kita hanya minta kebijakan saja. Kami kira AMMAN bisa kok melakukannnya,” ujar Duri sapaan akrab Badaruddin.

Ia mengungkapkan, alasan mengapa pihaknya terus mendesak agar semua kendaraan perusahaan di Batu Hijau menjadi plat KSB. Ia menyebut pendapatan lewat pajak kendaraan saat ini dapat dioptimalkan dengan penerapan opsen pajak. “Kalau sekarang untuk penerimaan tahun 2025 kita mengalami penurunan. Tapi kalau semua kendaraan di Batu Hijau bisa semua plat EA, pasti PAD kita dari pajak kendaraan naik signifkan lagi,” yakin Duri yang juga wakil ketua DPRD KSB ini.(bug)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO