spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARAT"Ngantih Bebuka", Strategi Pemkab Lobar Dongkrak Denyut Ekonomi Keluarga di Bulan Ramadan

“Ngantih Bebuka”, Strategi Pemkab Lobar Dongkrak Denyut Ekonomi Keluarga di Bulan Ramadan

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan terobosan ekonomi kreatif melalui program Hasanah Ramadan dengan tema “Ngantih Bebuke”. Kegiatan ini merupakan strategi untuk terus menghidupkan ekomoni kerakyatan yang selama ini ditopang melalui car free night menjadi nadi perputaran ekonomi pelaku UMKM.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan strategi nyata menjaga denyut ekonomi masyarakat kecil.“Ngantih Bebuke ini kita maksudkan untuk menyemarakkan Ramadan. Ini pengganti car free night, supaya UMKM tetap hidup dan terus berjualan,” ujar Zaini.

Menurutnya, program ini menjadi ruang interaksi ekonomi dan sosial yang penting, sekaligus sarana menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya kurang aktif.“Melalui Hasanah Ramadan ini, kita hajatkan agar tempat UMKM tetap hidup. Ada interaksi jual beli, sekaligus menghidupkan gedung dan kawasan kota,” katanya.

Tak hanya berdampak sosial, kegiatan ini juga terbukti memberi kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah. Berdasarkan hasil survei pemerintah daerah, aktivitas car free night sebelumnya mampu menggerakkan ekonomi hingga Rp180 juta per pekan. “Dari survei kami, perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar seratus delapan puluh juta rupiah setiap pekan. Harapan kami, ke depan, setiap hari ada ekonomi yang bergerak di sini,” ucapnya.

Program Ngantih Bebuke juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi kawasan pusat kota, termasuk persiapan pemanfaatan alun-alun dan taman kota yang tengah dalam tahap penyelesaian. Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat aktivitas publik dan ekonomi baru di Gerung.“Peserta kegiatan ini nantinya akan diarahkan ke alun-alun. Target kami, alun-alun dan taman kota rampung sebelum HUT Lombok Barat pada 17 April,” katanya.

Bupati menambahkan, momentum ulang tahun daerah akan diisi dengan berbagai agenda besar yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat dan menghidupkan kembali wajah Kota Gerung yang selama ini dikenal sepi aktivitas.“Kita ingin Gerung tidak lagi disebut kota mati. UMKM harus terus bergerak karena itu ciri khas Lombok Barat dan tidak boleh terputus,” imbuhnya.(her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO