spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMRumah Kaca Dinilai Jadi Solusi Jangka Panjang

Rumah Kaca Dinilai Jadi Solusi Jangka Panjang

 

TINGGINYA curah hujan sejak awal tahun 2026 berdampak signifikan terhadap produksi cabai di wilayah Mataram dan sekitarnya. Sistem pertanian terbuka yang selama ini diterapkan dinilai menjadi faktor utama kerentanan tanaman cabai terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Komoditas seperti cabai sangat rawan terhadap kondisi alam, terutama hujan. Suka tidak suka, kalau hujan tinggi, cabai bisa mati dan produksi menurun drastis,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Seni (23/2/2026).

Selama ini, pasokan cabai untuk Kota Mataram masih sangat bergantung pada daerah penyangga seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Sebagian besar petani di wilayah tersebut masih menggunakan sistem tanam konvensional atau lahan terbuka.

Padahal, secara geografis, hampir seluruh wilayah Lombok memiliki intensitas hujan yang cukup tinggi pada periode tertentu. Kondisi tersebut menyebabkan risiko gagal panen meningkat dan berdampak langsung pada ketersediaan stok di pasar.

Akibatnya, ketika produksi menurun, harga cabai melonjak dan membebani masyarakat. Upaya pemerintah melalui program pasar murah dinilai belum sepenuhnya efektif jika harga dari tingkat petani sudah tinggi.

“Kalau harga beli di petani sudah mahal karena produksi turun, pasar murah pun tetap terasa mahal bagi masyarakat,” kata Misban.

Sebagai solusi jangka panjang, politisi Hanura ini mendorong modifikasi sistem budidaya, salah satunya melalui penggunaan rumah kaca (greenhouse). Sistem ini dinilai mampu melindungi tanaman dari paparan hujan berlebihan serta menjaga stabilitas suhu dan kelembapan.

“Kalau ditanam di bawah rumah kaca atau dilindungi plastik, kondisi cuaca tidak terlalu mempengaruhi. Produksi bisa lebih terkontrol,” jelasnya.

Namun demikian, pembangunan rumah kaca memerlukan investasi yang tidak sedikit. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani kecil yang memiliki keterbatasan modal.

Selain rumah kaca, alternatif lain yang sempat digagas Dinas Pertanian adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai. Akan tetapi, metode tersebut tetap menghadapi kendala serupa apabila dilakukan secara terbuka tanpa perlindungan dari hujan. “Selama debit air dalam tanah tinggi, itu mengancam kehidupan tanaman. Faktor cuaca sangat menentukan,” ujarnya. (fit)



IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO