Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota Mataram meningkatkan pengawasan guna memastikan situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga selama Ramadan 1447 Hijriah.
Langkah tersebut diambil menyusul insiden perang petasan yang melibatkan lima remaja di kawasan Teras Udayana, Kecamatan Selaparang, pekan lalu.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, mengatakan pihaknya bersama aparat terkait terus melaksanakan patroli rutin untuk meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti aksi balap liar, perang petasan maupun aktivitas remaja yang meresahkan dan mengganggu warga saat beribadah.
“Hal itu sudah menjadi perhatian kami, sehingga pengawasan dan patroli terus dilakukan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Ia mengakui, seiring perkembangan zaman, para remaja semakin kreatif dalam mengisi kegiatan selama Ramadan. Namun, kreativitas tersebut kerap tidak diarahkan pada kegiatan yang produktif dan justru berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah, sehingga perlu segera ditangani.
Karena itu, wali kota mengajak tokoh masyarakat dan warga untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Selain itu, lanjutnya, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain selama bulan Ramadan.
“Partisipasi masyarakat dan orang tua sangat penting untuk mendukung terciptanya keamanan di lingkungan masing-masing,” pesannya.
Sebelumnya, orang nomor satu di Kota Mataram tersebut telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan. Melalui para kepala lingkungan, sosialisasi juga dilakukan dengan mengajak seluruh warga bersama-sama menciptakan suasana yang nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.
Dalam edaran itu, orang tua diminta menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mencoreng kesucian Ramadan, seperti perang kembang api, taruhan balap lari, panco, perang sarung, judi domino, bermain bola hingga larut malam, serta aktivitas lain yang meresahkan.
Pemerintah kota juga mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 24.00 Wita.
Sementara itu, Polresta Mataram melalui Satuan Samapta sebelumnya mengamankan lima remaja yang terlibat perang petasan usai salat Subuh di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram.
Untuk mengantisipasi aksi serupa yang kerap terjadi selama Ramadan, Satuan Samapta Polresta Mataram rutin menggelar patroli intensif mulai waktu sahur hingga pagi hari di kawasan tersebut.
“Patroli berlangsung mulai waktu sahur hingga pagi hari di kawasan Teras Udayana,” ujarnya.
Patroli dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, khususnya menjelang sahur hingga usai salat Subuh. (pan)


