Taliwang (Suara NTB) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat akan merevitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuhan Lalar. Lokasi pelelangan ikan merupakan satu-satunya milik pemerintah daerah kondisinya sudah kurang representatif seiring makin ramainya aktivitas ekonomi.
“Iya. Susah waktunya kita perbaiki TPI itu, karena semakin ramai sejak kita coba aktifkan tahun lalu,” terang Kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, Senin, 23 Februari 2026.
TPI Labuhan Lalar menurut dia, bukan fasilitas perikanan baru milik pemerintah daerah. Bangunannya sudah ada sejak lama, namun baru diaktifkan kembali pertengahan tahun 2025 lalu. Noto menyebut, perlahan namun pasti geliat ekonomi menunjukkan progres prositif. Jumlah nelayan dan pedagang ikan setiap hari bertambah bahkan total harian jumlah ikan yang ditransaksikan saat ini rata-rata sudah mencapai 3 ton per hari. “Artinya kita berhasil mengarahkan nelayan dan pedagang untuk memanfaatkan TPI sebagai lokasi pendaratan sekaligus transaksi jual beli,” papar Noto.
Menurut Noto, untuk memperbaiki TPI Labuhan Lalar tidak membutuhkan biaya besar. Di tahap awal Dinas Perikanan KSB hanya akan fokus membenahi lantai bangunan dan halaman. Selain itu, pihaknya perlu membuat sekat lapak pedagang dan memperbaiki akses jalan ke lokasi. “Perkiraan kami hanya butuh sekitar Rp400 juta. Dan TPI itu sudah representatif sehingga membuat nyaman nelayan dan pedagang ikan serta warga datang ke sana setiap harinya,” jamin Noto sembari menyampaikan pihaknya akan mengusulkan pembiayaan revitalisasi TPI tersebut tahun ini.
“Insyaallah di APBD P kita usulkan. Termasuk titik pendaratan ikan yang dibuat nelayan banjar secara swadaya di Kertasari juga akan kita bantu supaya bangunannya bisa permanen,” sambung Noto.
Aktifnya TPI Labuhan Lalar kata Noto, menjadi sesuatu yang membanggakan bagi dirinya. Sebab, tempat pelelangan ikan ini rampung dibangun tidak pernah dimanfaatkan. Perlahan nelayan menempatinnya walau dengan kondisi yang tidak terlalu mendukung. “Makanya kita harus cepat perbaiki agar nelayan bisa terus betah di sana,” ujarnya.
Dengan aktivitas nelayan setiap hari, Noto menyakini TPI Labuhan Lalar adalah TPI satu-satunya milik pemerintah yang aktif di Pulau Sumbawa sekarang ini. “Mas coba cek TPI yang ada di Sumbawa, Bima dan lainnya. Yakin saya tidak ada yang aktif,” klaimnya.(bug)


