Selong (suarantb.com) – Sebanyak 44 kepala keluarga (KK) di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, masih terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur bergerak cepat dengan melakukan pembuangan air ke laut menggunakan pipa.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lombok Timur, Hadi Jayadi menjelaskan, upaya pembuangan air dilakukan dengan bantuan alat berat dan pemasangan pipa untuk mempercepat surutnya genangan.
“Di Sungkun, kami turunkan alat berat dan memasang pipa di lapangan untuk membuang air langsung ke laut. Ini dilakukan agar genangan segera berkurang dan tidak meluas ke pemukiman warga,” ujar Hadi Jayadi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, proses pembuangan air menggunakan pipa berdiameter 10 inci yang merupakan bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Air dialirkan langsung ke Pantai Kura-kura yang berada tidak jauh dari lokasi banjir.
Pihaknya sengaja tidak menggunakan metode sodetan karena dikhawatirkan dapat merusak ekosistem pantai. “Kami tidak pakai sodetan, khawatir merusak pantai. Makanya kami pakai pipa agar lingkungan pantai tetap terjaga,” jelasnya.
Hadi menambahkan, banjir yang merendam puluhan rumah warga ini disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun dari pagi hingga sore hari secara terus-menerus. Ketinggian genangan air saat ini mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
“Alhamdulillah, genangan belum sampai masuk ke teras rumah warga. Tapi kami tetap berupaya segera menangani agar air tidak sampai masuk ke dalam rumah dan mencegah timbulnya penyakit,” terangnya.
Selain di Dusun Sungkun, BPBD juga mencatat adanya genangan di sejumlah titik lain, termasuk di lingkungan SD Negeri 4 Sukadamai. Di lokasi tersebut, genangan air juga menyebabkan tembok sekolah jebol.
“Kami masih terus memantau dan melakukan penanganan di lokasi-lokasi terdampak banjir dan genangan,” pungkas Hadi. (rus)


