Giri Menang (suarantb.com) – Pasangan suami istri (Pasutri) yang lanjut usia (Lansia) di Dusun Gubuk Aida Desa Telaga Waru Kecamatan Labuapi mengalami kelumpuhan. Kondisi ini diperparah dengan ekonomi keluarga itu yang memprihatinkan. Kabar mengenai kodisi Pasutri ini pun direspons cepat oleh Ketua Fraksi Perindo DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Dr. Syamsuriansyah.
Politisi asal Labuapi itu turun langsung membantu pasutri yang memiliki dua anak ini. Syamsuriansyah mengaku mendapat laporan terkait kondisi kelumpuhan dan keterbatasan fisik pasutri itu dari kepala dusun setempat. Begitu mendapatkan informasi itu, ia pun langsung turun ke rumah Pasutri tersebut. Kedatangannya bersama Kadus ke tempat tinggal Pasutri ini untuk membawakan bantuan.
Selang sehari, pihak Dinas Sosial pun merespon informasi yang disampaikannya tentang kondisi pasutri ini. Tim Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) pun turun ke rumah pasutri tersebut untuk melakukan verifikasi data dan memberikan bantuan yang diperlukan oleh keluarga tersebut.
“Alhamdulillah saya tadi sudah membawa teman-teman Dinas Sosial, dan hasil verifikasi keluarga ini masuk data kemiskinan Desil 1. Tentu kalau sudah masuk kategori Desil 1, dia akan mendapat hak-haknya,” terang Syamsuriansyah dikonfirmasi awak media, Rabu (25/2/2026).
Pria yang akrab disapa Dr Syam itu ingin memastikan warga mendapat hak-haknya sebagai penerima bantuan sosial.
Tidak hanya kebutuhan hidup, bahkan ia sempat mengusulkan kebutuhan perabotan rumah seperti kasur hingga kursi roda. Selama ini pasutri lumpuh itu tidur hanya beralaskan tikar. “Tadi sudah dicatat kebutuhannya apa saja, dan dinas akan segera berkoordinasi secepatnya dengan Kemensos. Karena juga akan diusulkan untuk bantuan korsi roda juga,” bebernya.
Potret kemiskinan di Lobar seperti Pasutri ini, diyakininya tidak hanya terjadi di Kecamatan Labuapi. Mungkin ada di tempat lain hanya saja jarang terekspos hingga ke Dinas Sosial.
Sebagai wakil rakyat, Syam mengharapkan Dinas Sosial lebih aktif berkoordinasi dengan Kecamatan dan Desa untuk menelusuri warga kurang mampu dengan berbagai keterbatasan Fisik. Dengan begitu, penanganan bisa cepat dilakukan. “Jangan sampai masyarakat kita ada yang mengalami kondisi seperti ini lagi. Ini kan sangat miris dan menyedihkan hati kita,” ucapnya.
Permintaan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar itu bukan tanpa alasan. Pasalnya kondisi yang dialami oleh pasutri itu berlangsung sudah setahun lebih. Namun penangananya masih minim. Bahkan ia baru mengetahui setelah ada laporan dari warga.
“Oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat dan pemerintah desa lebih proaktif menginformasi kondisi terkini warganya. Kayak tadi alhamdulillah dengan kita turun langsung ke sana (desa) kita mendapat laporan dari warga ada seorang ibu yang lumpuh karena diabetesmilitus dan kakinya sudah diamputasi,” imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun sudah setahun pasutri itu hanya bergantung dari dua anaknya. Anak pertamanya harus membanting tulang menghidupkan kedua orang tuanya ditengah menghidupi juga keluarga sendiri. Sedangkan anak kedua pasutri itu masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah pertama.
Ia memastikan komitmennya sebagai wakil rakyat selalu hadir untuk masyarakat Lobar. Bahkan beasiswa perguruan tinggi sudah disiapkannya untuk anak ke dua Pasutri lumpuh itu.
Beban psikologis sang anak yang harus merawat kedua orang tuanya yang lumpuh menjadi perhatian serius agar masa depannya tetap terjamin.“Karena salah satu beban psikologi dari bapak yang (lumpuh) itu pendidikan anaknya. Alhamdulillah tadi beliau sangat senang mendengar kita janjikan beasiswa dan membuat tetap semangat,” ucapnya.
Aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi terkait lainnya untuk lebih responsif dalam menangani persoalan sosial di Lombok Barat, sehingga tidak ada lagi warga yang merasa terabaikan di tengah kesulitan mereka. “Di kondisi seperti ini pemerintah harus hadir,” pungkasnya. (her)


