Giri Menang (suarantb.com) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) dalam hal ini Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) kembali mengungkapkan komitmen untuk pemekaran Kecamatan Sekotong menjadi dua kecamatan, di mana Pelangan disiapkan menjadi salah satunya kecamatan pemekaran tersebut. Rencana pemekaran kecamatan in pun didukung oleh pimpinan DPRD, karena dinilai untuk percepatan pembangunan daerah setempat.
Meskipun regulasi saat ini belum memungkinkan, LAZ mengatakan Pemda tetap mempersiapkan konsep matang. Pemekaran ini bukan sekadar pemisahan wilayah, tetapi untuk kebutuhan mendasar mengakomodasi luasnya wilayah Sekotong yang selama ini cukup sulit dijangkau oleh satu Pemerintah Kecamatan.
“Memang sekarang belum ada regulasinya, tapi kita mengarah ke sana kalau nanti sudah ada regulasinya. Karena sekarang kan masih ada moratorium,” ujar LAZ di hadapan warga Pelangan saat kegiatan safari Ramadan perdana, Senin (23/2/2026).
Ketua DPW PAN NTB itu menegaskan Pemda tetap konsisten mempersiapkan Sekotong sebagai pusat pertumbuhan baru. Dengan terbentuknya wilayah administratif baru, diharapkan muncul pusat-pusat ekonomi baru yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, pasar, dan fasilitas kesehatan dapat berkembang lebih cepat.
“Begitu pecah dua kecamatan itu, Ya pertumbuhan ekonominya pasti tumbuh,” optimis LAZ.
Selain faktor birokrasi dan ekonomi, LAZ menilai perkembangan suatu daerah juga berpengaruh pada situasi sosial yang terjaga baik. Sekotong yang dikenal dengan keindahan alamnya membutuhkan citra positif untuk menarik investasi dan wisatawan. Ia mengharapkan seluruh elemen masyarakat di Sekotong tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
“Jaga kondusivitas daerah. Ini punya potensi, potensi Sekotong ini luas. Harus dapat dukungan penuh dari masyarakat kalau mau berkembang,” tutup LAZ.
Rencana Pemkab memekarkan Kecamatan Sekotong menjadi dua kecamatan mendapat dukungan kalangan DPRD Lobar. Langkah strategis itu dinilai dewan sebagai upaya konkret mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah selatan tersebut. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lobar, Abu Bakar Abdullah, mengapresiasi gagasan positif Bupati untuk mengembangkan kawasan Sekotong.
“Gagasan beliau (Bupati) memang perlu diapresiasi, karena wilayah Sekotong ini luas, hampir separuh Lobar ada di Sekotong,” terang Abu.
Pemekaran itu akan berdampak pada akselerasi pemerataan pembangunan dan pelayanan publik. Terlebih untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di kawasan Sekotong yang sangat memerlukan perhatian serius. Sehingga pria asal Gili Gede Sekotong itu menilai langkah Pemda tepat untuk pemekaran pelayanan.
“Saya rasa langkah Pemda itu objektif dalam rangka memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Lobar secara cepat, tepat, dan profesional,” ujar politisi asal Gili Gede ini.
Politisi PKS itu bahkan menyebut berbagai kejadian di masa lalu yang menjadi pelajaran penting dampak luasnya Sekotong dan jauhnya fasilitas pemerintah. Seperti pos pemadam kebakaran atau pusat kesehatan, sering kali terhambat oleh jarak tempuh yang terlalu jauh akibat luasnya kecamatan saat ini. “Kita melihat bagaimana kemarin begitu banyak kejadian-kejadian seperti kebakaran, akses terhadap fasilitas jauh,” imbuhnya.
Selain dari sisi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, Abu juga menilai dengan pemekaran itu akan berdampak pada pertumbuhan pariwisata di wilayah selatan. Pembagian wilayah sesuai zonasi potensi wisata wilayah masing-masing membuat wilayah selatan Lobar memiliki banyak pilihan untuk dikunjungi para wisatawan. “Lebih ter-manajemen dengan baik,” imbuhnya.
Komunikasi Pemda dengan pemerintah pusat terkait regulasi pemekaran itu diharapkan bisa berjalan dengan baik. Hal ini agar rencana pemekaran itu bisa segera direalisasikan ketika moratorium dicabut. Sebab Abu menegaskan akan sangat mendukung rencana bupati melakukan pemekaran tersebut demi pemerataan pembangunan.“Kita siap mendukung untuk kesejahteraan masyarakat Lobar,” pungkasnya. (her)


