Praya (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2027. Rancangan awal pun telah disusun dan pada Kamis (26/2/2026), rancangan awal tersebut menjalani proses konsultasi publik. Hal ini guna memperkaya rancangan dan rencana program pada tahun 2027 mendatang.
Rancangan awal berfokus pada lima program utama. Mulai dari peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), pemerataan pembangunan infrastruktur hingga penguatan sosial dan budaya, Pemkab Loteng pun menargetkan perbaikan di beberapa indikator makro pembangunan. Salah satunya kemiskinan yang ditargetkan di bawah 10 persen.
“Di RKPD 2027, angka kemiskinan kita targetkan tinggal satu digit,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng H. Lalu Wiranata, S.I.P.,M.A., dalam konsultasi publik rancangan awal RKPD Loteng 2027 di Ballroom Kantor Bupati Loteng.
Selain kemiskinan, angka stunting juga menjadi perhatian serius untuk ditangani. Termasuk persoalan pengangguran terbuka, perluasan lapangan kerja serta penguatan kualitas pendidikan dan infrastruktur daras. Semua itu penting untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Loteng yang ditargetkan naik diangka 72,96 poin.
Di tempat yang sama, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., mendorong supaya program-program yang direncanakan lebih inovatif. Namun tetap efisien dari sisi anggaran. Pihaknya tidak ingin, hanya terjebak dengan program yang sekedarnya dan hanya rutinitas semata.
“Ke depan inovasi dalam membuat program. Jangan hanya (program) rutinitas saja. Tidak kalah penting, efisiensi anggara juga harus dipikirkan,” sebutnya.
Pihaknya mendukung upaya penyiapan program sejak awal. Dengan melibatkan berbagai elemen dan pemangku kebijakan di daerah ini. Hal itu penting agar program yang direncanakan benar-benar sudah siap sejak awal. Tidak kemudian mengambang, sehingga berpengaruh terhadap dampak yang dihasilkanya.
“Program-program ini memang perlu direncanakan sejak awal. Supaya bisa fokus dalam menyiapkan programnya ke depan. Penganggaranya juga bisa lebih optimal. Karena programnya sudah direncanakan dan dipersiapkan sejak awal,” tandas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)


