Praya (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) tengah mempertimbangan untuk merelokasi SDN Pasung Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut. Mengingat posisi sekolah tersebut yang berada di zona bencana. Hampir setiap tahun bencana banjir selalu terjadi dan merendam wilayah tersebut seperti yang terjadi sejak awal pekan kemarin.
Akibatnya, hingga saat ini aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu, karena terdampak banjir yang melanda wilayah sekitarnya. “Kalau kita kaji memang SDN Pasung layak untuk direlokasi,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., Kamis (26/2/2026).
Dilihat dari sisi topografinya, wilayah Pasung hampir setiap tahun jadi langganan banjir. Terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam jangka waktu lama, banjir hampir bisa dipastikan terjadi di wilayah tersebut. Hal itu bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk merelokasi SDN Pasung. Supaya ke depan pelayanan pendidikan di sekolah tersebut tidak sampai terganggu.
Namun, memang untuk sampai ke relokasi tentu butuh proses perencanaan dan kajian yang matang, terutama soal pilihan lokasi. Hal ini agar langkah relokasi yang dilakukan bisa benar-benar menjawab persoalan yang ada. Jangan sampai karena perencanaan yang kurang baik, malah tidak menyelesaikan masalah.
Pasalnya, ketika kebijakan relokasi yang diambil, maka aspek kesiapan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukungnya juga harus dipikirkan. Jadi memang harus dipertimbangkan dengan komprehensif.
Belum lagi bicara kemampuan anggaran daerah, perlu sinkronisasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, karena berkaitan juga dengan kebijakan penanangan wilayah tersebut. “Tapi kalau melihat dari pengalaman-pengalaman yang ada sangat tepat kalau direlokasi,” imbuhnya.
Untuk itu, nantinya ia akan menugaskan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng untuk melakukan perencanaan terlebih dahulu. Kemudian nanti akan disampaikan ke pemerintah pusat.
Pantauan Suara NTB di SDN Pasung pada Jumat (27/2), menunjukkan sisa banjir masih tampak terlihat. Endapan lumpur masih memenuhi lantai bangunan sekolah. Aktivitas belajar mengajar sendiri sementara dihentikan, melihat kondisi sekolah yang tidak layak untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
“Meski begitu, kita tetap ingatkan pihak sekolah untuk tetap memberikan layanan selama pascabanjir. Apakah itu dengan memberikan penugasan kepada siswa atau pola yang lain. Terpenting pelayanan pendidikan tetap berjalan,” ujar Sekretaris Dinas Dikbud Loteng Lalu Hilim, yang dikonfirmasi terpisah. (kir)


