Sumbawa Besar (Suara NTB) – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, merasa kecewa dengan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas. Rekanan diminta untuk menuntaskan pekerjaan yang belum rapi.
“Hasil pekerjaannya tidak memuaskan hati, ini saya minta kepada Pak Dirjen tangkap untuk memperbaiki kontraktornya. Sehingga tidak menimbulkan persoalan kemudian hari,” kata Wahyu, saat kunjungan ke KNMP Bungin, Jumat (27/2).
Wahyu melanjutkan, berdasarkan hasil pengecekan pekerjaan masih ada beberapa yang belum tuntas. Bahkan cold storage (gudang berpendingin) yang bisa digunakan oleh masyarakat mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka belum berfungsi.
“Saya minta apa yang belum tuntas pengerjaannya agar segera dilakukan. Jangan proyek yang kita bangun miliaran rupiah ini tidak memberikan manfaat kepada masyarakat,” ucapnya.
Meskipun masih ada beberapa item pekerjaan yang belum rampung, Wahyu menegaskan pembangunan KNMP dihajatkan untuk menunjang produktivitas nelayan pulau Bungin. Karena kemungkinan sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan es untuk menyimpan hasil produksi yang sudah disiapkan.
“Kami berharap dengan adanya program KNMP ini hasil produksi dan kualitasnya tetap baik. Bahkan kalau ada kesulitan untuk penjualan, nanti akan kita bantu,” ujarnya.
Tentu dengan terbangunnya fasilitas tersebut, pemerintah berharap kualitas produksinya bisa meningkat dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan akhir dari program tersebut yakni meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Bangunan ini semua harus bisa dikelola dengan baik. Sehingga akan memberikan manfaat dalam jangka waktu yang sangat lama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.
Bungin Bakal Dijadikan Kampung Budidaya
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono juga berencana untuk menjadikan Desa Pulau Bungin sebagai lokasi budidaya selain perikanan tangkap. Hal itu dilakukan sehingga masyarakat Desa Pulau Bungin betul-betul produktif dan mampu meningkatkan potensi ekonomi.
“Jadi, untuk kampung budidaya kita rencanakan untuk ditetapkan di beberapa desa. Tetapi yang pasti kalau di Bungin ini memang berusaha di sektor laut, maka akan kita bantu,” ucapnya.
Sebagai langkah awal, pemerintah berencana akan memberikan 1000 kolam apung yang akan digunakan untuk budidaya. Baik itu budidaya lobster maupun kerang mutiara termasuk juga akan dibantu satu unit kapal beserta mesin dan alat tangkap.
“Kampung budidaya di pulau Bungin kita akan rencanakan untuk lobster dan kerang mutiara. Nanti kedepannya selain nelayan tangkap, juga ada nelayan budidaya,” tutupnya. (ils)


