Praya (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menandatangani kerja sama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) untuk pengembangan Bendungan Batujai sebagai Hub Seaplane di NTB, akhir pekan kemarin. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Juni 2026 mendatang.
Di tahap awal, PT AMAN akan mendatangkan dua unit seaplane dan ada potensi bertambah hingga 10 unit sampai lima tahun kedepan. Kehadiran fasilitas seaplane tersebut diharapkan memberikan opsi transportasi udara yang nyaman bagi wisata. Sekaligus memberikan kecepatan bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas untuk berwisata.
“Seaplane ini rencananya akan mulai beroperasi di bulan Juni mendatang untuk mendukung berbagai event internasional di daerah ini. Khususnya di Sirkuit Internasionla Mandalika. Sekaligus menghadirkan wisatawan berkelas dunia,” ungkap Presiden Direktur PT AMAN Michael Nicholas, dalam keterangan, Minggu (1/3/2026).
Guna mendukung operasional Seaplane tersebut, PT AMAN akan membangun berbagai fasilitas pendukung di kawasan Bendungan Batujai. Seperti hanggar pesawat dan fasilias penunjang lainnya dengan nilai investasi awal sebesar Rp450 miliar.
Hadirnya berbagai fasilitas penunjang tersebut tentunya akan mendorong terbukanya lapangan kerja bagi banyak lulusan di bidang pariwisata, hospitality restaurant dan resort hingga serta pelaku UMKM. “Pengalaman internasional menunjukkan bahwa konektivitas seaplane dapat menjadi katalis transformasi ekonomi,” ujarnya.
Seperti yang terjadi di Maladewa, kehadiran seaplane menjadi fondasi lahirnya sebuah ekosistem pariwisata kelas dunia. Dengan begitu, Maladewa kini mampu menghasilkan devisa hingga sekitar USD 5 miliar devisa setiap tahun. Dan, mampu mempekerjakan sekitar 60.000 tenaga kerja serta menjadi industri ekspor terbesar bagi negara kepulauan tersebut.
Terkait kesiapan Bendungan Batujai, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., menegaskan sangat siap. Pemkab Loteng dalam hal ini juga sangat mendukung rencana investasi di salah satu bendungan terbesar di NTB tersebut. “Hadirnya investasi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi daerah. Berupa pertumbuhan dan pergerakan ekonomi masyarakat,” sebutnya.
Ia menegaskan, rencana penempatan seaplane tersebut sudah melalui proses kajian yang matang. Termasuk terkait dampak lingkungannya dan soal keberadaan nelayan diwilayah tersebut. “Semua sudah dikaji dan di analisis dampaknya,” tandas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)


