spot_img
Senin, Maret 2, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSGejolak Timur Tengah Jadi Perhatian, Disparekraf NTB Siapkan Strategi Jaga Target 2,5...

Gejolak Timur Tengah Jadi Perhatian, Disparekraf NTB Siapkan Strategi Jaga Target 2,5 Juta Wisatawan

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB mulai mencermati dampak ketegangan di kawasan Timur Tengah terhadap sektor pariwisata daerah.

Kepala Disparekraf NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan situasi geopolitik global saat ini menjadi bahan evaluasi bersama dalam merumuskan strategi ke depan.

“Ini (perang AS-Israel dengan Iran) tentu menjadi bahan pemikiran kita bersama untuk menyiapkan formula atau strategi ke depan, melihat perkembangan yang terjadi,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, berdasarkan catatan sebelumnya, kontribusi pasar wisatawan asal Timur Tengah terhadap pariwisata nasional berkisar di angka belasan persen. Namun untuk NTB, kontribusinya masih relatif kecil.

“Kalau secara nasional pasar Timur Tengah itu sekitar 11 persen penerbangan ke Indonesia. Tapi kalau untuk NTB, belum signifikan,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai dampak langsung terhadap kunjungan wisatawan ke NTB saat ini belum terlalu terasa. Terlebih konflik yang terjadi masih dalam tahap awal dan belum menunjukkan eskalasi jangka panjang.

“Perangnya juga baru mulai. Jadi dampaknya masih kecil. Tapi tetap ini menjadi catatan penting bagi kita,” katanya.

Potensi Dampak Lanjutan Ketegangan di Timur Tengah

Meski demikian, Ahmad Nur Aulia tidak menampik adanya potensi dampak lanjutan, terutama jika konflik berkepanjangan dan memengaruhi harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong kenaikan harga avtur yang berdampak pada tarif penerbangan.

“Kalau itu tentu berdampak jangka panjang. Misalnya harga avtur naik, tiket pesawat juga bisa ikut naik yang dapat mempengaruhi lalu orang dari berbagai asal ke berbagai tujuan. Tapi kita masih melihat perkembangan situasinya seperti apa,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat sejumlah penerbangan yang mengalami penundaan di beberapa negara Timur Tengah, meskipun belum berdampak signifikan terhadap akses menuju NTB. Karena itu, pihaknya menyiapkan strategi yang tidak hanya bersifat lokal, melainkan perlu sinergi dengan kebijakan nasional.

“Formula ini tidak hanya dari sisi NTB saja, tapi juga dari sisi negara. Karena ini berbicara geopolitik global,” tegasnya.

Di tengah dinamika global tersebut, Pemprov NTB tetap berupaya menjaga optimisme sektor pariwisata sebagai salah satu andalan ekonomi daerah. Target kunjungan 2,5 juta wisatawan tahun 2026 ini tetap menjadi fokus utama.

“Harapan kita sektor pariwisata tetap terjaga dan menjadi salah satu andalan. Situasi ini tentu kita sikapi dengan strategi yang tepat agar target tetap tercapai,” katanya.

Ia menegaskan, ketegangan global menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat diversifikasi pasar wisatawan serta memperkuat promosi domestik sebagai penyangga utama jika terjadi gejolak pasar internasional. “Ini menjadi catatan penting bagi kita untuk mencari formula dan strategi mempertahankan pariwisata NTB dalam situasi geopolitik global saat ini,” pungkasnya. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO