HJ Baiq Mirdiati, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, mendorong agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram benar-benar memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta memperketat pengawasan kualitas gizi makanan yang disajikan kepada anak-anak.
Menurutnya, program MBG yang saat ini berjalan di Mataram seharusnya menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat, bukan justru membuka ruang bagi produk-produk dari luar daerah.
Mirdiati menegaskan bahwa bahan makanan dalam program MBG, terutama makanan ringan, seharusnya dipasok oleh UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) lokal. Ia menyoroti masih adanya penggunaan produk luar daerah, seperti makanan ringan kemasan pabrikan, yang dinilai berpotensi mematikan usaha masyarakat setempat.
Ia mencontohkan, untuk menu utama seperti ayam dan nasi, sebagian besar sudah menggunakan bahan dari lokal. Namun, untuk makanan ringan tambahan, sejumlah dapur penyedia MBG masih menggunakan produk dari luar.
Padahal, kata dia, Kota Mataram memiliki beragam makanan khas dan produk olahan lokal yang bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut. Dengan ribuan porsi yang diproduksi setiap hari, permintaan yang stabil dari program MBG diyakini dapat mendorong pertumbuhan UMKM secara signifikan.
“Kalau semua dapur MBG berjalan sesuai arahan menggunakan produk lokal, UMKM kita akan berkembang pesat. Ini kesempatan besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain soal pemberdayaan ekonomi, politisi Partai Gerindra ini juga menekankan pentingnya peran ahli gizi dalam setiap dapur MBG. Ia mengingatkan agar pengawasan tidak dilakukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar memastikan kualitas dan kandungan gizi makanan sesuai standar.
Menurutnya, setiap bahan makanan yang masuk ke dapur harus melalui proses pengecekan sebelum dikemas dan didistribusikan kepada anak-anak. Ia menyoroti adanya laporan masyarakat terkait temuan makanan yang kurang layak, seperti adanya ulat pada bahan tertentu.
Ia menilai, keberadaan tenaga gizi dalam program MBG merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kesehatan anak-anak, termasuk dalam menekan angka stunting. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga makanan siap saji.
Mirdiati berharap, dengan pelaksanaan MBG yang sesuai standar gizi, angka stunting di Kota Mataram dapat ditekan. Program ini, menurutnya, merupakan langkah strategis pemerintah dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, seperti telur, tempe, tahu, ayam, dan susu.
Ia menambahkan, asupan gizi yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada konsentrasi dan kemampuan belajar anak. Dengan menu yang tepat dan bergizi, anak-anak diharapkan lebih fokus saat menerima pelajaran di sekolah.
“Program ini sangat bagus untuk menyehatkan anak-anak dan mengurangi angka stunting. Tinggal bagaimana kita semua mengawasi dan menjalankannya dengan benar,” kata anggota dewan tiga periode ini. (fit)


