Tanjung (suarantb.com) – DPRD Lombok Utara mendorong eksekutif Pemda Lombok Utara untuk mempercepat kelengkapan dokumen RSUD Tipe D di Bayan. Kelengkapan ini semata untuk menjemput peluang pendanaan konstruksi rumah sakit oleh Pemerintah Pusat.
“Informasi yang kami peroleh, RSUD Tipe D di Kecamatan Bayan membutuhkan anggaran konstruksi mencapai Rp105 miliar. Tentu, APBD tidak cukup. Sehingga kita minta eksekutif untuk melengkapi seluruh syarat dokumen agar dapat pendanaan dari pusat,” ungkap Ketua Komisi III DPRD KLU, Sutranto, S.H., Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, belum lama ini pihaknya di Komisi III diundang untuk menghadiri rapat percepatan kelengkapan dokumen RSUD Bayan yang melibatkan OPD teknis Pemda KLU. Rapat tersebut sebagai respons atas desakan penyiapan dokumen dari Kementerian terkait melalui Satker PUPR Wilayah NTB.
Sutranto menilai, respons pemerintah pusat tersebut menandakan dukungan besar bagi percepatan pembangunan sarana dan pelayanan publik di Lombok Utara. Bahkan, anggaran akan dikucurkan setelah Pemda memenuhi kelengkapan pendukung yang dibutuhkan.
“Pemda mengusulkan lima proposal pembangunan infrastruktur ke Kementerian PU, termasuk RSUD Tipe D dan Islamic Center Tanjung. Kita patut bersyukur karena respon pusat sangat positif,” tambahnya.
RSUD Tipe D di Bayan direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektare. Sutranto meyakini, hadirnya Faskes ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Di samping jangkauan akses kesehatan lebih luas, pembangunan RSUD tipe D juga mendorong peningkatan kelas RSUD Tanjung menjadi tipe B.
Politisi Partai PKB Lombok Utara ini melanjutkan bahwa menurut Satker PUPR, terdapat dua kelompok dokumen yang wajib dipenuhi Pemda, yakni dokumen administratif dan dokumen perencanaan teknis. Sebagian besar dokumen administratif telah tersedia, namun sejumlah dokumen teknis masih dalam tahap penyempurnaan, di antaranya masterplan final, Detail Engineering Design (DED), laporan perencanaan teknis, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pihaknya berharap, pembangunan RSUD Bayan dapat terealisasi lebih cepat. Hal ini tidak semata memenuhi janji politik Kepala Daerah, tetapi lebih kepada peningkatan kesehatan yang berujung pada meningkatnya Indeks Pembangunan Masyarakat di Lombok Utara. (ari)


