spot_img
Senin, Maret 2, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEMenkes Sebut Kekurangan Dokter Spesialis Terjadi di Daerah

Menkes Sebut Kekurangan Dokter Spesialis Terjadi di Daerah

 

MENTERI Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Budi Gunadi Sadikin menegaskan kekurangan dokter spesialis masih menjadi persoalan hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk wilayah Bima.


Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dan peninjauan kesiapan layanan di RSUD Kota Bima, Jumat (27/2/2026).


“Kurangnya dokter spesialis tidak hanya di Bima, tapi hampir seluruh daerah di Indonesia,” ungkapnya.


Menurutnya, ketersediaan dokter spesialis menjadi faktor utama keberhasilan pelayanan kesehatan daerah. Ia menilai pembangunan rumah sakit dan pengadaan alat kesehatan tidak akan optimal tanpa dukungan tenaga medis spesialis yang memadai.


“Dokter spesialis di daerah memang harus diperbanyak. Karena percuma punya RSUD megah, alat kesehatan lengkap, tapi dokter spesialis tak cukup dan tidak ada,” katanya.


Budi mendorong pemerintah daerah mengalokasikan anggaran beasiswa pendidikan kedokteran spesialis bagi putra-putri daerah. Skema tersebut diharapkan mampu memastikan ketersediaan tenaga medis yang kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.


Ia menjelaskan Kementerian Kesehatan saat ini memperluas rumah sakit pendidikan sebagai solusi jangka menengah untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis, terutama di luar Pulau Jawa.


“Kita sedang memperbanyak Rumah Sakit Pendidikan yang fokusnya memperbanyak dokter spesialis. Dokter umum dari daerah juga bisa diarahkan ke Rumah Sakit Pendidikan untuk menjadi dokter spesialis,” tuturnya.


Di wilayah Bima terdapat sejumlah fasilitas layanan kesehatan, yakni RSUD Kota Bima, RSUD Bima, dan RSUD Sondosia. Selain itu, terdapat Rumah Sakit Angkatan Darat Kota Bima, Rumah Sakit Muhammadiyah, serta Rumah Sakit Dokter Agung yang dikelola swasta.


Meski secara nasional masih terjadi kekurangan tenaga spesialis, Budi memastikan kebutuhan dokter spesialis di RSUD Kota Bima yang baru telah terpenuhi untuk mendukung operasional layanan prioritas. “Alhamdulillah untuk dokter-dokter spesialisnya sudah ada semua,” ujarnya.


Pemerintah juga melengkapi sumber daya manusia berbasis kompetensi guna mendukung peningkatan kelas layanan rumah sakit. Beberapa spesialis yang disiapkan meliputi spesialis onkologi, urologi, bedah saraf, neurologi intervensi, serta anestesi dan terapi intensif.


Kunjungan kerja tersebut sekaligus memastikan kesiapan operasional RSUD Kota Bima sebagai fasilitas rujukan layanan kesehatan regional. Pemerintah pusat menargetkan penguatan SDM kesehatan berjalan seiring dengan peningkatan infrastruktur rumah sakit di daerah. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO